Ambisi Arteta Benahi Kinerja Pertahanan The Gunners

Arsenal selalu kebobolan dalam 12 laga terakhir.

AP/Dan Mullan/Pool Getty
Cedric Soares berbaring di lantai di bawah tembok pertahanan selama tendangan bebas ke gawang selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Arsenal dan Tottenham Hotspur di Stadion Emirates di London, Inggris, beberapa waktu lalu.
Rep: Reja Irfa Widodo Red: Gilang Akbar Prambadi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Arsenal tercatat tidak pernah mampu menjaga gawangnya tidak kebobolan dalam 12 laga terakhir di semua ajang. Bahkan, di dua laga terakhir, gawang Arsenal kebobolan enam gol, termasuk saat dicukur Liverpool, 0-3, di lanjutan Liga Primer Inggris, awal bulan ini. 


Sementara di laga terakhir sebelum memasuki jeda internasional, Arsenal ditahan imbang Newcastle United, 3-3, akhir bulan lalu. Kegagalan mencatatkan clean sheet di 12 laga terakhir di semua ajang pun diperparah dengan kegagalan The Gunners memetik kemenangan di tiga laga terakhir, tepatnya saat menelan dua kekalahan dan satu hasil imbang. Padahal, pada periode pergantian tahun, Arsenal berhasil mencatatkan clean sheet di lima laga secara beruntun. 

Namun, tren positif Arsenal itu terhenti saat memasuki awal Februari. Terakhir kali Arsenal berhasil menjaga gawangnya tidak kebobolan dalam sebuah laga adalah kala memetik hasil imbang, tanpa gol, kontra Manchester United, akhir Januari silam. 

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, pun menyadari buruknya kinerja pertahanan anak-anak asuhnya tersebut dalam sejumlah laga terakhir, terutama di dua laga terakhir. 

Menurut pelatih asal Spanyol itu, anak-anak asuhnya tidak bisa mempertahankan stablitas performa di sektor pertahanan. Arteta pun bertekad mengubah kondisi itu kala memimpin The Gunners melakoni leg pertama babak perempat final Liga Europa, kontra Slavia Praha, Jumat (9/4) dini hari WIB. 

''Untuk bisa mencatatkan clean sheet, kami bisa tampil lebih stabil di sektor pertahanan. Ini yang belum kami bisa lakukan, terutama di dua laga terakhir. Ini bukanlah tren yang bagus buat kami. Di laga berikutnya, kami mesti bisa menemukan solusi atas problem ini,'' kata Arteta seperti dilansir Football London, Kamis (8/4). 

Tidak hanya itu, Arteta juga menegaskan, laga kontra Slavia Praha bakal menjadi kesempatan besar buat timnya untuk bisa menjawab berbagai kritik pasca performa mengecewakan di laga kontra Liverpool. 

Terlebih, setelah tersingkir di gelaran Piala Liga Inggris dan Piala FA, torehan titel Liga Europa menjadi satu-satunya peluang buat Arsenal untuk mengakhiri musim ini dengan raihan trofi. 

''Saatnya untuk memberikan respon terhadap berbagai kritikan tersebut dengan performa di atas lapangan. Saat kami berada dalam kondisi terbaik, kami menjadi tim yang sulit dihadapi. Selain itu, kami ingin terus bertahan di Liga Europa. Kami sadar betul, betapa pentingnya laga menghadapi Slavia,'' kata Arteta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
Berita Terpopuler