Sahroni: Senjata Api Bukan untuk Tindakan Arogansi

Mengancam di depan umum dengan senpi, sama seperti teroris mengancam dengan bom.

Tangakapan layar
Pengemudi Foturner menodongkan senjata api di Duren Sawit, Jaktim, Jumat (2/4).
Red: Agus Yulianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menegaskan, senjata api tidak seharusnya untuk tindakan arogansi. Sehingga, polisi harus menindak pihak yang menyalahgunakan penggunaan senjata tersebut.


Ahmad Sahroni mengemukakan hal itu terkait dengan peristiwa seorang pengendara mobil mengacungkan senjata api kepada warga di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (2/4). Video itu kemudian viral di media sosial.

"Ini kejadian memalukan dan saya mendesak agar polisi segera menindak dan mengusut orang yang mengacungkan senjata api dengan gaya arogansinya. Ini sangat tidak dibenarkan," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/4).

Dia menegaskan, bahwa tindakan arogan pengancaman dengan senjata api di depan publik, sama saja dengan tindakan teror. Ini karena, aksi itu menimbulkan ketakutan dan kepanikan.

Oleh karena itu, dia meminta, Polri menindak tegas dan menangkap pelaku pengacungan senjata api tersebut. "Mengancam di depan umum dengan senjata api, ya, sama saja seperti teroris mengancam dengan bom. Sama-sama memunculkan ketakutan dan kepanikan, jadi sudah sepantasnya untuk polisi agar segera menemukan dan menindak pelaku," ujarnya.

Politikus Partai NasDem itu juga mendesak polisi untuk mengusut asal kepemilikan senjata api tersebut. Pasalnya, senjata api itu kepemilikannya harus sangat hati-hati dan penuh tanggung jawab.

Menurut dia, kalau ada pihak yang menggunakan senjata api untuk mengancam orang, bisa jadi kepemilikannya juga bermasalah sehingga polisi harus segera menyelidiki.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler