Jejak Sejarah Rute Zubayda

Ada tiga rute haji bersejarah utama yang menghubungkan Makkah dengan dunia Islam.

Google.com
Rute kafilah haji ke Makkah melintasi padang pasir.
Red: Agung Sasongko

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ada tiga rute haji bersejarah utama yang menghubungkan Makkah dengan Irak, Mesir, dan Al-Andalus. Baghdad (Darb Zubayda) atau rute Zubayda adalah salah satu yang paling penting. 

Baca Juga

Namanya diambil dari Zubayda binti Jafar, istri Khalifah Abbasiyah Harun al-Rashid. Zubayda dikenal seorang yang dermawan memikirkan nasib para jamaah haji yang kala itu wilayah kekuasaan Islam begitu luas. Dipikirkanlah rute yang mengakomodasi kebutuhan jamaah haji waktu itu seperti sumur air dan penginapan.

Asal muasal jalur ini berasal dari era pra-Islam dan dikenal sebagai Darb Al-Heera (Jalan Al-Heera) yang digunakan oleh pedagang dan pelancong antara Al-Heera (Irak) dan Makkah. Jalur ini sangat dimodifikasi di era Islam ketika arsitekturnya dikembangkan dari Irak ke Makkah dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah.  

Kepentingannya sangat meningkat seiring kejayaan Islam, dan jalurnya berkembang selama masa kekhalifahan awal. Darb Zubayda mengalami pengembangan selama Kekhalifahan Abbasiyah 132-656 AH / 749-1258 M, ketika dilengkapi dengan sumur, kolam, bendungan, istana dan rumah dibangun dan tiang penunjuk, tonggak dan trotoar dipasang yang membuatnya aman dan mudah dapat diakses.

Darb Zubayda dirujuk oleh sumber-sumber di era Islam yang berbeda, di era Rasyidun. Selama era Khalifah Umar ibn Al-Khattab, Basra dan Kufah dihubungkan dengan jalur darat yang aman.  

Jalan itu terus menghubungkan Irak dengan Tanah Suci, yang dikenal sebagai Jalan Kufah-Makkah-Madinah. Jalam ini digunakan setelah penaklukan Irak dan penyebaran Islam di Timur dan itu berkembang sejak era Kekhalifahan Rashidun.

Abu Musa al-Ash'ari memerintah Al-Basra pada tahun 17 H / 638 M, kemudian dia menggali sumur di sepanjang jalan dari Basra ke Makkah.  Selama suksesi Khalifah Utsman bin Affan, sumur digali di daerah Faid.  

Abdullah bin Amer memerintah Al-Basra dan melakukan pekerjaan yang tak terhitung jumlahnya di jalan dari Basra ke Makkah, menciptakan stasiun Al-Nbaj, Qariyatain dan Bustan Bani Amer.

 

Pada zaman Umayyah, jalan tersebut terus digunakan untuk keperluan perdagangan dan ziarah. Kemudian Khalifah Yazid bin Abd Al-Malik memerintahkan penguasa di Kufah, Umar ibn Hubayra pada tahun 104 H / 722 M untuk memperbaiki jalan, sumur, dan penginapan.

Di era Abbasiyah, jalan tersebut menjadi penghubung terpenting antara Baghdad dan Makkah, mencapai dua Masjid Suci di Makkah dan Madinah. Khalifah Abbasiyah merawat jalan ini, menyediakan berbagai layanan, seperti membangun tangki air, menggali sumur, membangun kolam, dan membangun mercusuar yang memandu para pelancong.  

Setelah jatuhnya Baghdad oleh bangsa Mongol pada 656 H / 1258 M, konvoi ziarah dari Irak dihentikan selama sepuluh tahun. Sebagian besar rute tersebut dirusak.

 

 
Berita Terpopuler