Mourinho Frustasi Melihat Performa Spurs di Laga vs Fulham

Mourinho menyayangkan ketidakmampuan para pemain Spurs mengakhiri laga lebih cepat.

AP / Ian Walton
Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho.
Rep: Reja Irfa Widodo Red: Endro Yuwanto

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Tottenham Hotspur harus rela tergusur dari empat besar klasemen sementara Liga Primer Inggris. The Lilywhites melorot ke peringkat keenam klasemen sementara usai gagal memetik poin penuh di laga pada pekan ke-18 Liga Primer Inggris, tepatnya saat ditahan imbang Fulham, 1-1, Kamis (14/1) dini hari WIB.

Menerima lawatan salah satu tim promosi tersebut, Spurs sebenarnya mengawali laga dengan cukup apik. Sundulan Harry Kane, usai memanfaatkan assist Sergio Reguillon, berhasil membobol gawang the Cottagers pada menit ke-25.


Namun, saat laga memasuki 15 menit akhir, tim tamu bisa menyamakan kedudukan lewat Ivan Cavaliero. Gagal memetik poin penuh di laga ini membuat the Lilywhites membuang peluang merangsek ke peringkat ketiga klasemen sementara.

Atas hasil ini, Spurs memperpanjang rekor mengecewakan di pentas Liga Primer Inggris. Tim asal London Utara itu hanya bisa memetik dua kemenangan dari delapan laga terakhir di pentas Liga Primer. Imbasnya, sempat digadang-gadang menjadi salah satu pesaing terberat Liverpool dalam perebutan gelar juara, Spurs malah tidak bisa mempertahankan konsistensi performa dan raihan hasil serta secara perlahan mulai meninggalkan papan atas klasemen sementara.

Pelatih Spurs, Jose Mourinho, melontarkan kritik keras terkait performa anak-anak asuhnya di laga kontra Fulham. Selain menyoroti kegagalan timnya untuk mencegah terjadinya gol penyeimbang kedudukan, Mourinho juga menyebut soal ketidakmampuan para penggawa Spurs mengakhiri laga lebih cepat dengan menambah torehan gol, terutama pada babak pertama.

Sebagian besar tembakan yang dilepaskan Spurs di laga ini memang terjadi pada babak pertama, yaitu mencapai 11 tembakan dan empat mengarah tepat ke gawang. Spurs pun memiliki sejumlah peluang emas pada babak pertama. Mulai dari tandukan Kane dan sepakan Pierre-Emile Hojbjerg masih berhasil dihalau kiper Fulham, Alphonso Areola.

Ada pula peluang yang didapatkan Moussa Sissoko pada awal babak kedua. Sayangnya, Sissoko ragu-ragu dalam memanfaatkan peluang tersebut. Pun dengan sepakan Son Heung-Min, yang masih membentur mistar gawang. Reguillon sempat merobek gawang tim tamu pada pengujung babak kedua, tapi wasit menganulir gol tersebut lantaran bek sayap asal Spanyol itu sudah berdiri dalam posisi offside.


1

''Kami seharusnya bisa mengakhiri laga lebih cepat, tapi tidak bisa kami lakukan. Selain itu, kami juga seharusnya bisa menjaga gawang tidak kebobolan dan tidak melakukan kesalahan. Gol mereka sebenarnya bisa dihindari. Sudah ada pemain yang melakukan penjagaan di sana. Ini adalah hasil buruk, yang seharusnya bisa kami hindari,''  ujar Mourinho seusai laga seperti dilansir Daily Mail, Kamis (14/1).

Di sisi lain, mantan pelatih Chelsea itu menyebut, Fulham mampu beradaptasi dan bangkit pada babak kedua. Tim besutan Scott Parker itu tampil jauh lebih baik pada babak kedua. The Cottagers tercatat delapan tembakan dengan tiga tepat mengarah ke gawang pada sepanjang babak kedua. Puncaknya pun terjadi lewat sepakan Ivan Cavaliero pada menit ke-75, yang berhasil merobek gawang Hugo Lloris.

''Saya harus akui, pada babak kedua, mereka berusaha tampil lebih baik dan terbukti bisa melakukannya. Mungkin mereka sedikit beruntung, tapi mereka memang tampil bagus pada babak kedua. Sementara kami tidak bisa segera mengakhiri laga lebih cepat. Kondisi yang kerap terulang dalam beberapa laga terakhir,'' ujar pelatih asal Portugal tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler