Tak Ada Uang, PM Armenia Disebut Lepaskan Zangezur

Keputusan itu dinilai diambil untuk hindari kompensasi kerusakan Nagorno Karabakh.

Anadolu Agency
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan
Rep: Dwina Agustin Red: Teguh Firmansyah

REPUBLIKA.CO.ID, YEREVAN -- Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinian, akan menyerahkan wilayah Zangezur kepada Azerbaijan. Keputusan ini dilakukan untuk menghindari pembayaran kompensasi atas kerusakan yang disebabkan di wilayah pendudukan Nagorno-Karabakh.

"Pashinian akan duduk di meja perundingan lagi dan mengatakan kami menyerahkan kendali atas wilayah Zangezur karena kami tidak memiliki 50 miliar dolar AS,” ujar harian Turki Yeni Şafak mengutip juru bicara Partai Republik Armenia, Eduard Sharmazanov, dikutip dari DailySabah.

Azerbaijan berencana untuk mengajukan banyak klaim di pengadilan internasional atas kerusakan yang disebabkan oleh perebutan wilayah Armenia sebelumnya. Penduduk dan pasukan Armenia yang meninggalkan wilayah pendudukan di Nagorno-Karabakh setelah kesepakatan damai dengan Azerbaijan membakar rumah dan lahan hutan saat  meninggalkan daerah tersebut.

Mantan wakil presiden parlemen ini mengklaim Baku dapat menuntut ganti rugi hingga 50 miliar dolar AS yang tidak dapat dibayar oleh pemerintahan Yerevan. Dia mengatakan, Pashinian tidak bisa lagi bernegosiasi dengan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev. Perdana Menteri Armenia itu dinilai tidak memiliki kekuasaan lagi dan akan membuat konsesi serta akan menyerahkan Zangezur sebagai pengganti tuntutan tersebut.

Armenia setuju untuk menyerahkan tiga distrik di sekitar Karabakh, yaitu Aghdam, Kalbajar dan Lachin. Penyerahan ini sebagai bagian dari kesepakatan yang menghentikan serangan Azerbaijan selama berminggu-minggu. Aghdam diserahkan pada 20 November, sementara Lachin akan diserahkan pada 1 Desember.

Baca Juga


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler