Mayjen Dudung Kutip Hadis Nabi Tentang Orang Penakut

Tuhan selalu memberikan petunjuk kepada kita, sesuai apa yang disampaikan di Monas.

Pendam Jaya
Panglima Kodam (Pangdam) Jaya/Jayakarta Mayjen Dudung Abdurachman.
Red: Erik Purnama Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima Kodam (Pangdam) Jaya/Jayakarta Mayjen Dudung Abdurachman menghadiri undangan acara ngopi bareng TNI-Polri dengan tema 'Negara Hadir, Negara tidak Boleh Kalah' bertempat di lapangan tembak Hoegeng Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (26/11).

Dalam sambutannya, Dudung menyampaikan pesan kepada seluruh komandan satuan (dansat), ciri pemimpin itu, hanya satu, yaitu berani mengambil keputusan. Kalau keputusan itu salah masih lebih bagus daripada tidak berani sama sekali.



“Kepada komandan satuan jangan pernah takut dengan risiko, karena apapun yang kita hadapi itu pasti sudah dalam pertimbangan yang sudah dalam analisis, karena hidup ini mengandung risiko, tetapi kalau hati nurani kita ini kuat apapun yang kita hadapi kita harus berani, termasuk menghadapi resiko itu sendiri," ucap Dudung dikutip laman resmi Kodam Jaya.

Dudung pun mengutip hadits Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya, "Orang-orang yang tidak berani mengambil risiko adalah orang-orang yang merugi, jangan pernah takut. Orang yang mengatakan dirinya paling benar tidak ada orang yang menghalalkan segala cara untuk kepentingan-kepentingannya."

Mantan gubernur Akademi Militer (Akmil) itu menuturkan, ketika ada peristiwa hukum ditabrak maka aparat wajib menegakkan suatu kebenaran. "Pasti Tuhan akan mengikuti kita. Tuhan akan selalu memberikan petunjuk kepada kita, sesuai apa yang saya sampaikan di Monas," tutur Dudung.

Selain itu, Dudung juga berpesan kepada para dansat untuk menjadi pemimpin yang tegas. “Jadilah pemimpin-pemimpin yang punya karakter, pemimpin yang punya integritas, pemimpin itu harus punya imajinasi, dia harus punya inovasi, dia harus punya visi dan misi dan punya cita-cita,” kata Dudung.

Dia menambahkan, karena setiap keberhasilan dan kemenangan itu berasal dari keberanian untuk mengubah sesuatu yang baru. Sehingga, setiap pemimpin wajib berani membuat keputusan.

"Tidak hanya sekadar datar begitu saja, cari aman, tetapi pemimpin setiap menjabat dalam suatu jabatan di satuannya harus ada getaran,” kata Dudung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler