Elektabilitas Naik, HRS Disebut PA 212 'di Atas' Presiden

Posisi HRS di mata umat tidak bisa disamakan dalam capres.

Antara/Sigid Kurniawan
Novel Bamukmin
Rep: Rizky Suryarandika Red: Agus Yulianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Center for Political Communication Studies (CPCS) mencatatkan Habib Rizieq Shihab (HRS) pada urutan keempat elektabilitas capres 2024 dalam survei terbaru. Kehadiran HRS dengan elektabilitas 7,1 persen memberi warna baru selain nama-nama yang sudah diunggulkan sebelumnya.


Waksekjen Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin merespon santai hasil survei CPCS. Menurutnya, posisi HRS sebenarnya lebih kuat dibanding Presiden seiring gelar "Imam Besar" yang diklaim melekat padanya.

"Posisi HRS di mata umat tidak bisa disamakan dalam capres karena posisi beliau saat ini adalah Imam Besar umat Islam Indonesia bahkan dunia," kata Novel pada Republika, Kamis (26/11).

Novel menyebut, HRS memiliki kharisma dan daya pikatnya tersendiri. Hal inilah yang membuat jumlah pendukung HRS diklaim terus bertambah. 

Novel menyampaikan, kepulangan HRS menjadi bukti nyata betapa loyalnya pendukung HRS. Mereka disebut rela datang berduyun-duyun dari berbagai daerah demi melihat langsung kepulangan HRS dari Arab Saudi.

"Karena tidak ada Presiden yang disambut jutaan umat secara spontan. Jadi posisi beliau saat ini di atas apapun di dunia ini," ujar Novel.

Novel enggan menanggapi lebih lanjut apa HRS bakal mencalonkan diri pada Pilpres 2024. Ia juga belum mengetahui siapa Capres 2024 yang akan mendapat restu HRS.

"Waduh masih jauh membicarakan Pilpres, nanti saja ya 2024," sebut Novel.

Dalam survei CPCS, elektabilitas Prabowo Subianto naik setelah sempat turun dari survei bulan Maret (22,7 persen) ke bulan Juli (18,4 persen) dan kini menjadi 19,2 persen. Prabowo Subianto masih unggul pada urutan pertama, disusul Ganjar Pranowo (16,0 persen) dan Ridwan Kamil (9,3 persen).

Elektabilitas Anies Baswedan tercatat terus mengalami penurunan dari 13,8 persen, 10,6 persen menjadi 6,6 persen, sama seperti Sandiaga Uno dari 12,1 persen, 9,3 persen menjadi 5,8 persen. Nama-nama lainnya adalah Khofifah Indar Parawansa (1,1 persen/3,4 persen/3,8 persen), Erick Thohir (4,1 persen/3,1 persen/2,7 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (1,4 persen/1,8 persen/1,9 persen), dan Giring Ganesha (1,7 persen).

Survei CPCS dilakukan pada 11-20 November 2020, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia, melalui sambungan telepon terhadap responden yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar kurang lebih 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler