Pelatih Barca Sebut Bek Getafe Allan Nyom Menghinanya

Pelatih Barcelona sebut bek Getafe Allan Nyom menunjukkan rasa kurang hormat.

EPA-EFE/Alejandro Garcia
Ronald Koeman
Red: Yudha Manggala P Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Barcelona Ronald Koeman mengeluh tentang "kurangnya rasa hormat" ketika timnya menelan kekalahan mengejutkan 0-1 atas Getafe dalam lanjutan La Liga pada Ahad (18/10) dini hari WIB. Pernyataan pelatih Belanda tersebut khususnya tertuju kepada bek Getafe asal Prancis Allan Nyom, yang diklaim menghinanya.

Koeman menerima kekalahan pertamanya sebagai pelatih Barca pada Ahad setelah Getafe menang tipis berkat penalti Jaime Mata pada menit ke-56. Itu adalah kemenangan liga pertama Getafe atas raksasa Spanyol tersebut dalam 16 pertandingan sejak November 2011.

Koeman, yang menggantikan Quique Setien di awal musim, kurang terkesan dengan perilaku bek Getafe tersebut.

"Saya mengatakan kepadanya (pelatih Getafe Jose Bordalas) bahwa pemain nomor 12-nya (Nyom) telah menunjukkan rasa kurang hormat kepada saya, ia telah mengatakan dua atau tiga hal yang sangat buruk kepada saya yang tidak akan saya ulangi. Ia menghina saya," kata Koeman pascapertandingan yang dikutip Goal pada Ahad (18/10).

"Saya memberi tahu Bordalas bahwa ia perlu berbicara dengan pemainnya, karena kami tidak bisa mentolerir perilaku seperti itu dalam sepak bola modern."

Tak lama setelah itu, Bordalas merespons dan mengatakan bahwa ia ragu pemainnya tersebut melakukan hal demikian.

"Saya di sini untuk berbicara tentang sepak bola, bukan tentang kontroversi. Saya belum berbicara dengan Nyom, saya akan berbicara dengannya, saya akan melakukannya besok, tetapi saya ragu Nyom melakukan itu, saya mengenalnya dengan baik."

"Ia sangat kompetitif, tetapi ia orang penuh rasa hormat. Saya tidak mengizinkan perilaku buruk di antara para pemain saya, dan saya ragu Nyom menghinanya (Koeman)."

Nyom menjadi pemain yang paling banyak melakukan pelanggaran sepanjang laga tersebut sebanyak delapan kali.

Ia juga terlibat insiden dengan Ansu Fati saat pemain remaja itu jatuh di kotak penalti. Fati meminta tendangan penalti akibat dijatuhkan Nyom, tetapi ia justru marah kepada Fati yang sedang terkapar.

Kekalahan ini membuat Barcelona turun satu peringkat ke posisi sembilan klasemen dengan mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan. Sedangkan Getafe bertengger di peringkat kedua dengan 10 poin dari lima pertandingan.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
Berita Terpopuler