Menpora: Indonesia akan Jadi Tuan Rumah FIBA Asia 2021

Pemerintah akan memberikan dukungan kepada Perbasi untuk menggelar FIBA Asia 2021.

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Menpora Zainudin Amali memberikan keterangan terkait kelanjutan kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) 2020 di Jakarta, Rabu (7/10/2020). Kompetisi IBL 2020 yang rencananya berlangsung 13-27 Oktober 2020 secara resmi dibatalkan akibat pandemi COVID-19.
Rep: Fitrianto Red: Israr Itah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan Indonesia akan menjadi tuan rumah kejuaraan basket terbesar di Asia, FIBA Asia 2021. Hal ini disampaikan Menpora usai menerima kunjungan Ketua Umum Perbasi Danny Kosasih dan Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, Rabu (7/10) di kantornya.


"Tadi ketua umum Perbasi melaporkan bahwa kita dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan basket FIBA Asia 2021. Perbasi meminta dukungan, karena itu sebagai persiapan dan dalam rangka menyambut FIBA World Cup 2023," lanjut Menpora.

Pemerintah, kata dia, akan memberi dukungan dan juga memberikan fasilitas termasuk proses naturalisasi dua pebasket putra yang nanti akan digunakan di ajang FIBA Asia 2021. Perbasi juga tadi minta satu lagi pemain naturalisasi yang tingginya diatas dua meter. "Kalau untuk kepentingan nasional tentu akan kita fasilitasi," kata Menpora.

Sementara itu Danny Kosasih sebelumnya sempat berbincang dengan Republika, bahwa Indonesia bersama Singapura dipercaya menjadi tuan rumah FIBA Asia 2021. Ia mengatakan rencana ini tinggal meminta persetujuan dari pemerintah.

"FIBA sudah mempercayakan kepada Indonesia dan Singapura menjadi tuan rumah FIBA Asia 2021, rencananya kita akan menggelar di bulan Agustus di Jakarta. Ini juga sebagai rangkaian persiapan Indonesia menjadi tuan rumah FIBA World Cup 2023," jelasnya.

Untuk memperkuat Timnas saat ini Perbasi tengah berupaya menaturalisasi dua pemain yakni Brandon Jawato dan Lester Prosper yang sudah disetujui menjadi WNI oleh komisi III DPR RI dan tinggal menunggu proses selanjutnya.

Namun seperti disampaikan Menpora, Perbasi meminta satu pemain lagi yang tingginya dua meter ke atas agar bisa bersaing di FIBA Asia 2021 maupun FIBA World Cup 2023.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
Berita Terpopuler