Edouard Mendy Dinilai Lebih Baik dari Kepa

Persentase penyelamatan Mendy apik, yaitu 69,8 persen, sementara Kepa 58,5 persen

EPA-EFE/SEBASTIEN NOGIER
Edouard Mendy
Rep: Eko Supriyadi Red: Muhammad Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Mendatangkan kiper elite jadi momen yang penting bagi setiap manajer di klub manapun, tak terkecuali Chelsea. Frank Lampard harus memastikan kalau calon kipernya, Edouard Mendy, benar-benar mampu memberikan kejayaan di eranya.

Kepa Arrizabalaga kembali melakukan kesalahan saat Chelsea menang 3-1 atas Brighton. Sejak saat itu, Gary Neville sudah memperingatkannya, di tengah aktivitas belanjanya yang menarik perhatian, kegagalan mendapatkan kiper berkualitas bisa jadi biang keladi keterpurukan Chelsea.


''Beberapa tahun lalu saya sudah melihat Loris Karius. Liverpool gagal jadi juara karena tidak memiliki kiper,'' jelas Neville, dikutip dari Dailymail, Rabu (16/9).

Karena itu, ia menyebut Lampard sebenarnya sadar kalau ia akan dipecat jika tak memenangkan liga dalam dua atau tiga tahun ke depan. Belajar dari Juergen Klopp yang akhirnya mendapatkan Alisson untuk mendepak Karius, Liverpool akhirnya bisa juara Liga Champions dan Liga Primer Inggris. Meskipun Liverpool harus memecahkan harga kiper dunia untuk memboyongnya dari Roma.

Di Manchester City, Pep Guardiola menggantikan Claudio Bravo dengan Ederson, menerima fakta bahwa mantan kiper Barcelona itu tak bisa beradaptasi di Liga Inggris. Kini, Lampard mengikuti jejak dua seniornya tersebut. Lampard, yang juga legenda Chelsea itu bertekad mendatangkan Mendy dari Rennes.

Kiper berusia 28 tahun tersebut rencananya tiba di Stamford Bridge dengan klausul 25 juta poundsterling. Harga itu sangat jauh dari Kepa, yang dibeli seharga 72 juta pound 2018 lalu. Namun bagaimana Mendy jika disandingkan dengan Kepa. Apakah dia sebagus Alisson dan Ederson di Liverpool dan City?

Mendy baru bergabung ke Rennes tahun lalu, pindah dari Reims, namun ia sudah bisa membantu klubnya finis di peringkat tiga Ligue 1 Prancis musim lalu. Catatan angkanya dianggap lebih baik dari Kepa. Mendy sudah main 24 kali untuk Rennes di semua kompetisi sejak bergabung pada 2019. Di waktu yang sama, Kepa tampil 42 kali.

Meski Mendy delapan kali lebih sedikit main dibanding Kepa, dari catatan clean sheet lebih baik. Mendy catatkan 12 kali clean sheet, sementara Kepa hanya 10. Mendy juga punya catatan kebobolan lebih baik, dengan hanya 32 kali memungut bola dari gawangnya. Sementara Kepa 59 kali kebobolan.

Persentase penyelamatan Mendy juga apik, yaitu 69,8 persen, sementara Kepa 58,5 persen. Bukan itu saja, Mendy hanya lima kali kebobolan akibat tendangan dari luar kotak penalti.

Sementara Kepa, sudah 12 kali dibobol lawan dari luar wilayahnya, bahkan 19 kali sepanjang berseragam Chelsea. Aspek lain dimana Mendy lebih unggul dari Kepa adalah akurasi umpannya. Mendy punya akurasi 71,6 persen dari 836 umpan. Di sisi lain, Kepa punya akurasi 76,7 persen, namun dari 1190 umpan.

Karena itu, Mendy lebih mendekati kemampuan Alisson dan Ederson, yang punya akurasi 84,8 persen dan 84,4 persen. Dari sisi clean sheet, Ederson punya 18 dan Alisson 15, dibandingkan dengan Mendy 12. Dari persentase penyelamatan, Mendy hanya tertinggal 0,1 persen dari Ederson (69,9 persen) dan Alisson (71,8 persen).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler