Top 5 News: Anies Shock, Ayah Ustadz Khalid, Hingga Denny S

Kabar Anies Baswedan shock DKI tak punya alat pengukur hujan paling banyak dibaca.

Republika/Havid Al Vizki
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Red: Karta Raharja Ucu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada Ahad, 10 Agustus 2020, Republika.co.id mencatat lima berita dengan jumlah pembaca terbanyak. Mulai dari berita Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kabar duka dari Ustadz Khalid Basalamah yang kehilangan ayahnya, hingga pelaporan Denny Siregar.

Berikut kami rangkum top 5 news Republika.co.id pada Ahad (10/8):

1. Anies Baswedan: Saya Betul-Betul Shock


JAKARTA -- Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang kerap dilanda bencana banjir hingga saat ini ternyata belum memiliki alat untuk mengukur curah hujan. Selama ini, DKI hanya mengandalkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Awal tahun ini, ketika saya mendengar bahwa kita ini tidak punya alat ukur (curah hujan). Itu saya betul-betul shock (terkejut)," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam rekaman video yang disiarkan Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (8/8).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan - (dok. Republika)

Anies mengatakan, bagaimana mungkin kota yang penuh dengan hujan, tidak punya alat ukur curah hujan. "Kita selama ini hanya mengandalkan pada alat-alat milik BMKG," katanya.

Anies mengungkapkan hal itu dengan terheran usai melihat dan mendengar pemaparan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf. Dalam paparannya, Juaini mengusulkan pembelian alat ukur curah hujan sebanyak 10 unit pada tahun 2020.

Baca berita lengkapnya di sini

2. Ayah Ustadz Khalid Basalamah Meninggal Terpapar Covid-19
JAKARTA -- Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Ayahanda Ustadz Khalid Basalamah, KH Zeed Abdullah Basalamah, meninggal dunia, Jumat (7/8). Ustadz Khalid mengatakan ayahnya meninggal dunia usai terpapar Covid-19, sehingga pengurusan jenazah dan pemakamannya mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

“Karena Covid-19, maka akan mengikuti prosedur, tidak bisa tidak,” kata Ustadz Khalid yang diunggah di akun Instagram Sahabatkhb seperti dikutip Republika.co.id, Ahad (9/8).

Ustadz Khalid menjelaskan, prosedur pertama akan dimandikan, dikafani dan disholati di rumah sakit. “Kemudian tidak boleh ditunda, malam ini meninggal malam ini juga dimakamkan, maka saya akan mengimami sholat, bagi keluarga laki-laki yang mau datang silakan datang ke Rumah Sakit Wahidin (Sudirohusodo),” ujar Ustadz Khalid. Jenazah KH Zeed Basalamah telah dikuburkan di pemakaman khusus Covid-19 di Macanda, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Ustaz Khalid Basalamah - (Tangkapan layar)

Ustadz Khalid dalam video yang beredar terlihat mengenakan masker dan face shield dan tidak bisa masuk ke dalam area pemakaman untuk ikut memakamkan ayahnya. "Ayah kami meninggal di hari Jumat dan kita tahu sama-sama hari Jumat adalah hari yang mulia, dan salah satu keutamaannya kalau meninggal hari Jumat akan selamat dari fitnah kubur. Kemudian juga meninggal dalam keadaan covid maka ini juga Insya Allah pendapat ulama umumnya mati syahid," kata Ustadz Khalid.

Baca berita lengkapnya di sini

.

3. Anggota Komisi III Tuntut Denny Siregar Segera Minta Maaf
JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR Habiburokhman menilai, Denny Siregar seharusnya tak bisa berkelit terkait pernyataan bahwa santri merupakan calon teroris. Untuk itu, dia menuntut Denny untuk minta maaf kepada santri dan orang tuanya perihal pernyataannya tersebut.

"Saran konkret saya, Denny harus meminta maaf kepada santri cilik yang ada di foto tersebut," ujar Habiburokhman saat dikonfirmasi, Ahad (9/8).

Suasana aksi menuntut polisi untuk segera memroses Denny Siregar di depan Polresta Tasikmalaya, Jumat (7/8). - (Republika/Bayu Adji P)

Proses hukum terhadap Denny juga dimintanya terus berjalan dan tegas. Khususnya setelah kasus tersebut dilimpahkan ke Polda Jawa Barat, dengan alasan untuk memudahkan pemeriksaan.

"Siapa pun yang melanggar hukum memang harus ditangkap. Jangan yang berseberangan dengan penguasa cepat ditangkap, yang sebaliknya lamban diusut," ujar Habiburokhman.

Baca berita selengkapnya di sini

4. Pegawai Non-PNS Dapat Gaji ke-13, Ini Rincian Nominalnya
JAKARTA -- Penyaluran gaji ke-13 tidak hanya menyasar pegawai negeri sipil (PNS) saja, tetapi juga pegawai non-PNS di lembaga nonstruktural (LNS), lembaga penyiaran publik (LPP), hingga badan layanan umum (BLU). Bahkan, pegawai lain yang diangkat langsung oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan aturan perundang-undangan juga mendapat gaji ke-13.

Pihak-pihak yang mendapat gaji ke-13 ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 44 tahun 2020 tentang pemberian gaji, pensiun, tunjangan, atau penghasilan ke-13 kepada PNS, TNI, Polri, pegawai non-PNS, dan penerima pensiun atau tunjangan.

Soal besaran gaji ke-13 yang diterima pegawai non-PNS diatur dalam Pasal 9 dan 10 dalam beleid ini, yang selanjutnya dijabarkan secara rinci dalam lampiran dokumen.

Baca berita selengkapnya di sini

.

5. Turki-China: Dari Penggunaan Yuan Hingga Proyek Raksasa
Turki menghadapi persoalan ekonomi yang cukup serius sejak pandemi covid-19 muncul. Saat ini Pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan menghadapi persoalan minimnya cadangan devisa, nilai tukar lira yang melemah atas dolar AS, dan pendapatan yang turun.

Mata uang lira jatuh dalam beberapa waktu terakhir. Inflasi masih dua digit di 12,6 persen pada Juni. Kondisi ini membuat Bank Sentral Turki menunda pemotongan suku bunga.

Saat ini suku bunga pinjaman Turki turun menjadi 8,25 persen. Pada Juli tahun lalu, suku bunga pinjaman mencapai 24 persen.

Bank Sentral Turki diminta mencegah mata uang lira atas dolar AS melemah agar inflasi tetap terjaga. Salah satunya, dengan menghabiskan puluhan miliar dolar AS dari cadangan devisa untuk intervensi pasar mata uang.

Baca berita selengkapnya di sini

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
Berita Terpopuler