Messi Dinilai Lebih Hebat dari Pele, Maradona, dan Cryuff

Secara individu ia menganalisis cara Messi mencetak gol.

EPA-EFE/Alberto Estevez
Bintang FC Barcelonas Lionel Messi melakukan pemanasan sebelum pertandingan sepak bola LaLiga Spanyol antara FC Barcelona dan CA Osasuna diadakan di Stadion Camp Nou, di Barcelona, ??Spanyol, 16 Juli 2020.
Rep: Frederikus Bata Red: Muhammad Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES - Perdebatan seputar pemain sepakbola terhebat sepanjang masa terus terdengar. Beberapa nama masuk kandidat. Ada Edson Arantes do Nascimento alis Pele. Kemudian Diego Maradona, Johan Cryuff, Alfredo Di Stefano.

Hingga Cristiano Ronaldo, juga Lionel Messi. Umumnya para narasumber mendukung sosok yang ia saksikan sendiri di eranya. Tapi itu tidak berlaku bagi Humberto Maschio.


Tokoh 87 tahun yang sangat dihormati di jagat sepak bola Argentina ini memilih Messi di posisi teratas. Padahal ia dan La Pulga mentas di era berbeda.

"Saya sudah melihat Di Stefano, Pele, Cryuff, tetapi bagi saya Messi yang terbaik," kata Maschio, dikutip dari Marca, Ahad (2/8).

Kendati demikian, ia tetap memuji para legenda senior lainnya. Maschio menilai Maradona cs peman jenius dan hebat. Tapi khusus di era kejayaan masing-masing. Jika dibandingkan secara keseluruhan, pendapatnya tak berubah.

Mengapa demikian? Pertama karena kecepatan pertandingan setiap masa berbeda. Di era sepakbola modern, intensitas lebih tinggi. Secara individu ia menganalisis cara Messi mencetak gol.

"Dia tidak banyak berlari, tetapi ketika dia melakukannya, dia memiliki kemampuan luar biasa dalam mejaga bola tetap di kakinya. Itu fantastis," ujar Maschio.

Terlepas dari pengakuan sang legenda, secara statistik, Messi sudah menjadi pemain terbaik dunia dalam enam kesempatan. Tak ada satu pun pesepakbola lain, menyamai pencapaian La Pulga. Rekor demi rekor tercipta atas nama yang bersangkutan.

Hanya saja pria 33 tahun itu kerap dihantam kritikan lantaran belum mempersembahkan trofi untuk tim nasional senior Argentina. Messi pernah mentas di satu final Piala Dunia, dan dua final Copa Amerika. Semuanya berakhir dengan kekalahan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler