Pandemi Covid-19 Melaju dengan Akselerasi

Penambahan kasus covid-19 secara global semakin cepat.

www.freepik.com
Pandemi Covid-19 Melaju dengan Akselerasi. Foto: Covid-19 (ilustrasi).
Rep: Adysha Citra Ramadani Red: Muhammad Hafil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penambahan kasus Covid-19 secara global tampak meningkat semakin cepat. Sejak dilaporkan pada akhir 2019, kasus Covid-19 di dunia sudah mencapai hampir 11 jutaper 4 Juli 2020 menurut WHO Coronavirus Disease (Covid-19) Dashboard.

Mengacu pada data global, Covid-19 membutuhkan waktu sekitar 100 hari untuk bertambah dari 0 kasus menjadi satu juta kasus. Akan tetapi, penyakit ini hanya membutuhkan waktu sekitar enam hari untuk bertambah dari delapan juta kasus menjadi sembilan juta kasus.

"Pandemi global ini masih melaju, bahkan melajunya dengan akselerasi," jelas Senior Public Health Adviser Alam Sehat Lestari (ASRI) drg Monica R Nirmala dalam webinar Covid-19: Kita dan Alam yang diselenggarakan oleh Yayasan ASRI.

Tren serupa juga tampak di Indonesia. Di Indonesia, Covid-19 membutuhkan waktu sekitar 60 hari untuk bertambah dari 0 kasus menjadi 10 ribu kasus. Akan tetapi, hanya dibutuhkan waktu sekitar sembilan hari bagi Covid-19 untuk bertambah dari 40 ribu kasus ke 50 ribu kasus.

"Jadi pesan saya adalah jangan lengah," lanjut Monica, yang meraih gelar master of public health (MPH) dari Harvard University itu.

Monica menambahkan, ada dua kunci penting dalam pengendalian pandemi Covid-19. Kedua kunci tersebut adalah perilaku dan surveillance atau pengawasan.

Dalam hal perilaku, semua elemen masyarakat diharapkan dapat menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin. Monica mengatakan ada protokol kesehatan 3M dan 3R yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam keseharian.

Yang pertama adalah anjuran untuk melakukan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan. Anjuran ini mungkin sudah cukup dipahami oleh masyarakat.

Yang tak kalah penting adalah anjuran untuk menghindari 3R. Monica mengatakan 3R ini merupakan singkatan dari ruang tertutup, ramai-ramai dan rumpi jarak dekat.

"Karena tiga kondisi ini yang memfasilitasi super spreading atau penyebaran cepat," tukas Monica.

Monica mengatakan tak cukup bila individu hanya melakukan ini sendirian. Individu yang sudah disiplin dalam menjalani protokol kesehatan juga perlu terus mengingatkan orang lain yang kurang patuh dalam menerapkan protokol kesehatan. Monica juga mengingatkan untuk tidak terbawa arus bila melihat orang lain yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Kita perlu saling mengingatkan, itu yang agak kurang," sambung Monica.

Kunci kedua yaitu surveillance mencakup tiga hal yaitu melakukan tes, pelacakan dan isolasi. Ketiga hal ini harus dibangun baik dalam lingkup daerah hingga nasional. Surveillance tak akan optimal bila ketiga hal ini tidak dilakukan secara beriringan.

"Level individu, perilaku. Level pengambil kebijakan, perkuat sistem surveillance tadi," pungkas Monica. 

Baca Juga


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler