Bolehkah Muslim Membela Hak-Hak Non-Muslim?

Mengabaikan perlindungan atas warga non-Muslim adalah bentuk kesalahan.

Antara/Yulius Satria Wijaya
Bolehkah Muslim Membela Hak-Hak Non-Muslim?. Warga melintas di dekat mural bergambar simbol orang berdoa menggunakan masker yang mewakili umat beragama di Indonesia di kawasan Juanda, Kota Depok, Jawa Barat.
Rep: Kiki Sakinah Red: Ani Nursalikah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap manusia pada dasarnya memiliki hak yang sama dalam hidup. Namun dalam Islam, hak-hak tersebut diatur oleh Allah dalam firman-Nya dan melalui sunnah Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga


Hak yang melekat pada manusia itu menyangkut pahala dan dosa yang akan ditanggungnya kelak di akhirat. Islam sendiri menjunjung keadilan bagi semua orang dan mengajarkan umatnya saling peduli dan membantu.

Lantas, apakah boleh bagi Muslim membela hak-hak non-Muslim? Apakah umat Islam dapat hanya peduli pada kepentingan mereka sendiri dan mengabaikan orang lain?

Dalam video singkat di laman About Islam, Syekh Yahya Ibrahim menjelaskan soal hak-hak non-Muslim dalam pandangan Islam. Ia mengatakan, menjadi tugas umat Muslim untuk membela hak-hak siapa pun yang lemah, terlepas dari keyakinan mereka, ajaran dan komitmen mereka.  

Menurutnya, Islam menjunjung keadilan dan menjaminnya untuk semua orang, tanpa memandang keyakinan. Mengabaikan perlindungan atas warga non-Muslim adalah bentuk kesalahan.

Dalam video itu, Syekh Yahya juga menunjukkan bagaimana Nabi Muhammad SAW membela hak-hak non-Muslim yang membutuhkan perlindungan. Nabi Muhammad SAW sendiri mengalami tingkat permusuhan sebab perannya sebagai pembawa wahyu dan menyampaikannya kepada umat. Namun demikian, Syekh Yahya mengingatkan ada batasan tertentu yang harus diketahui dalam membela hak non-Muslim.

"Ada batasan tertentu yang harus kita ketahui bukan karena kita membela seseorang karena mereka dihargai rendah dan menjadi tertindas, yang berarti kita membela ideologi yang salah dan praktik dan iman yang salah, dan kita harus memisahkan antara individu dan keyakinan orang dan praktik dan kesetiaannya," kata Syekh Yahya, dalam video singkat di laman About Islam, dilansir Selasa (30/6).

Selanjutnya, ia menuturkan umat Muslim harus memahami langkah membantu orang lain bukan karena mencari keutungan pribadi. Syekh Yahya juga membahas sikap dalam kasus-kasus di mana hak tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.

Ia mengatakan, penting untuk mengetahui keseimbangan harus selalu sesuai dengan firman Allah dalam Alquran dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, ada hal-hal tertentu yang tidak dapat dipertahankan dan perilaku tertentu yang tidak dapat ditoleransi bagi Muslim.

"Meskipun kita memiliki cinta dan toleransi untuk seorang individu, kita tidak memiliki cinta dan toleransi untuk tindakan yang dapat dilakukan sebagai kekejaman dan kekejian (dosa) dalam keimanan kita," ujarnya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler