Puan: Normal Baru Jangan Bingungkan Masyarakat

Puan sebut new normal bukan berarti betul-betul normal seperti sebelum pandemi.

DPR
Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah lebih mempersiapkan protokol kesehatan menyambut new normal.
Rep: Rizkyan Adiyudha Red: Indira Rezkisari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah lebih mempersiapkan protokol kesehatan menyusul kehidupan masyarakat yang berangsur normal. Dia juga meminta pemerintah untuk menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan agar tidak menambah kebingungan masyarakat.

"Pemerintah agar protokol kegiatan masyarakat di tempat yang berkerumun, di pasar, toko, terminal, sekolah, rumah sakit dan sebagainya dipersiapkan dengan baik dan sosialisasikan agar seluruh masyarakat dan aparat sama-sama paham dalam pelaksanaannya," kata Puan dalam webinar di Jakarta, Selasa (30/6).

Dia mengatakan, protokol kesehatan dibutuhkan guna mencegah peningkatan penyebaran virus Covid-19 di era normal baru saat ini. Dia mengatakan, penyebaran virus tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan tapi yang lebih besar terhadap sosial dan ekonomi.

"Jangan sampai mengartikan new normal atau adaptasi kehidupan baru itu sepertinya kita sudah betul-betul normal seperti sebelum kita menghadapi pandemi Covid-19," katanya.

Ketua DPP PDIP bidang bidang politik dan keamanan ini mengatakan, membangun kekuatan nasional di bidang kesehatan membutuhkan kerja bersama dari seluruh stakeholder. Di saat yang bersamaan, sambung dia, rakyat Indonesia juga harus ikut mengambil bagian dan tanggung jawab melakukan pola hidup bersih serta sehat dengan berdisiplin dalam melaksanakan tugas dan keseharian kehidupannya.

"Rakyat yang sehat dapat meningkatkan produktivitas bangsa dalam segala bidang," katanya.

Dalam webminar tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa arah kebijakan pembangunan di bidang kesehatan adalah meningkatkan pelayanan. Dia mengatakan, hal itu dilakukan dengan penguatan pelayanan kesehatan primer dengan mendorong peningkatan upaya promotif, preventif yang didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Dia mengatakan, kementerian kesehatan memfokuskan pada daerah perbatasan dan daerah tertinggal dalam upaya pembangunan pemerataan kesehatan. Lanjutnya, pemerintah juga memperkuat pelayanan kesehatan tradisional dengan mengintegrasikan konvensional dan komplementer.

"Pengobatan tradisional yang dapat dilayani di rumah sakit adalah pelayanan tradisional komplementer yang sudah terbukti aman dan bermanfaat," katanya.


Baca Juga


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler