Kementerian PANRB: Covid-19 Paksa ASN Berubah

Pelayanan tatap muka kini bertransformasi menjadi layanan daring.

ANTARANyoman Hendra Wibowo
Pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar melayani warga di Mal Pelayanan Publik Graha Sewaka Dharma, Denpasar, Bali. ASN yang harus masuk kantor mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah kasus baru COVID-19.
Rep: Rizky Suryarandika Red: Andi Nur Aminah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian PANRB mengakui pandemi Covid-19 ternyata membawa perubahan ke arah pelayanan publik yang lebih baik. Secara bertahap, Covid-19 menuntut aparatur sipil negara (ASN) memberi layanan secara digital dan berinovasi. "Pandemi memaksa ASN untuk melakukan perubahan perilaku dan budaya," kata Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id Selasa, (16/6).

Baca Juga

Perubahan berikutnya kata Diah, yakni pelayanan tatap muka bertransformasi menjadi layanan daring. Pandemi memaksa penyelenggara pelayanan untuk mengubah mindset bahwa digitalisasi layanan merupakan solusi dalam akselerasi dan penyederhanaan pelayanan. "Tapi pemerintah perlu waspada terhadap keamanan siber. Hal ini jangan sampai penyelenggaraan layanan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," tegas Diah.

Kementerian PANRB mengklaim akibat wabah yang menyerang Indonesia sejak empat bulan lalu ini, anggaran belanja pemerintah mengalami penghematan. Masa pandemi ini memaksa pemerintah kreatif dan melakukan efisiensi anggaran dari berbagai sumber tanpa harus mengurangi produktivitas.

Selama Covid-19 mewabah, Diah menyebut banyak tercipta inovasi, kreativitas, dan terobosan yang dilakukan banyak pihak. Selain penerapan teknologi, ada juga inovasi atau terobosan yang muncul dari pendekatan humanis kepada masyarakat. "Inovasi baru menjadi sebuah kebutuhan," sebut Diah. 

 
Berita Terpopuler