UAS Jawab Pertanyaan Reffly Harun Soal Prabowo Masuk Kabinet

Refly Harun ajukan pertanyaan ke UAS soal Prabowo masuk kabinet.

Tangkapan layar akun youtube Refly Harun
UAS Jawab Pertanyaan Reffly Harun Soal Prabowo Masuk Kabinet. Foto: Tangkapan layar diskusi UAS dan Refly Harun di akun youtube Refly Harun.
Red: Muhammad Hafil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun dan Ustadz Abdul Somad (UAS) melakukan diskusi tentang politik. Diskusi itu ditayangkan dalam akun youtube Refly Harun dengan judul PART 1: PECAH!!! DICECAR REFLY, USTADZ ABDUL SOMAD MALAH BALIK TANYA MACAM-MACAM dan diunggah pada Sabtu (6/6) pagi.

Baca Juga


Dalam diskusi ini, Refly Harun menanyakan sejumlah hal kepada UAS. Salah satunya yang ditanyakan adalah alasan UAS kenapa mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 lalu. Mendapat pertanyaan itu, UAS menjawab bahwa dalam kehidupani ini, ada yang disebut sebagai bingkai kebangsaan.

Yaitu, bersaudara karena satu bangsa dan setanah air.  Kemudian, ada persaudaraan sesama manusia. Di mana, menghormati siapapun, termasuk orang asing. UAS mencontohkan banyak orang asing yang datang ke Riau untuk belajar manuskrip kerajaan-kerajaan di Riau. Dan, itu tidak diganggu-ganggu oleh masyarakat Riau.

Kemudian, ada juga bersaudara karena kebangsaan yaitu persaudaraan sesama anak bangsa. Dan, ada lagi persaudaraan satu agama satu keyakinan.

"Selama kita tak menjelekkan orang, tidak menghina orang, kita berbicara tentang bagaimana rahmatan lil alamin dan itu bagian dari satu pilihan. Saya sebagai warga negara menunjukkan suara saya, dan itu diakui Undang-undang di NKRI. Berbeda ini dinamis. Dalam islam ada perbedaan mazhab hanafi, maliki, Syafii, Hambali, dari perbedaan ini lah ada simponi yang indah," kata UAS.

UAS melanjutkan, dia bersyukur hingga saat ini masih berteman baik dengan saudara-saudara sebangsa yang berbeda agama, beda pilihan. Jika ada hal-hal yang kurang berkenan, menurut UAS itu bagian dari dinamika.

Kemudian, Refly menanyakan kepada UAS apakah kecewa, karena yang didukung UAS, sekarang masuk kabinet? Ditanya seperti itu, UAS mengatakan bahwa dirinya tidak menjadi fans orang tetapi ide dan gagsan.

"Jadi saya tidak kecewa karena gagasan akan diperjuangkan siapa pun," kata UAS.

Kemudian, menurut UAS, saat menentukan pilihan itu, dirinya tidak mengambil keputusan sendiri. Tetapi, UAS mendengar ijtihad ulama. Melihat ulama yang zahir yang menganalisis dan ulama batin yang selalu mendapatkan inspirasi dan mendapatkan ilham.

"Mereka yang menyuruh saya. Ketika saya sampaikan dengan segala konsekuensinya, lalu terjadi apa yang terjadi, tidak ada kekecewaan sedikit pun. Karena itu yang sudah saya lakukan. Saya hanya melakukan yang perlu saya lakukan agar saya tidak abu-abu, saya bersikap, saya berprinsip," kata UAS.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
Berita Terpopuler