Belanda Tutup Pabrik Diduga Pusat Penyebaran Virus Corona

Sebagian pekerja pabrik pengolahan daging di Belanda dinyatakan positif virus corona.

Peter Dejong/AP
Tampak sebuah truk di Amsterdam, Belanda, memuat ajakan untuk menjaga jarak dalam empat bahasa, Selasa (26/5).
Rep: Lintar Satria Red: Nur Aini

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Pihak berwenang Belanda menutup pabrik pengolahan daging ketiga pada pekan ini. Pabrik-pabrik itu dikhawatirkan merupakan pusat penyebaran virus corona.

Baca Juga


PabriK Van Rooi di selatan Belanda ditutup karena alasan kesehatan, setelah 16 persen dari 130 pekerjanya dinyatakan positif virus corona.

"Hasil tes menunjukkan ada risiko perusahaan dapat menjadi pusat penyebaran virus corona dalam waktu yang cepat," kata otoritas keamanan setempat dalam pernyataannya, Jumat (29/5).

Pabrik tersebut akan ditutup setidaknya hingga 2 Juni mendatang. Lebih dari 30 ribu orang di Belanda bekerja di industri penjagalan dan pengolahan daging.

Sementara itu, Prancis melaporkan kenaikan kasus tertinggi dalam tiga pekan terakhir. Itu pertama kalinya adanya kenaikan jumlah kasus infeksi sejak Prancis mulai melonggarkan pembatasan sosial pada 11 Mei lalu.

Jumlah kasus infeksi virus corona di Prancis bertambah lebih dari 3.000 kasus. Angka baru tidak dimasukan ke siaran pers harian pemerintah. Tapi dimasukan ke situs pelacakan kasus virus corona.

Badan kesehatan publik dan Kementerian Kesehatan Prancis tidak memberikan alasan mengapa jumlah kasus baru bisa naik. Saat tes Covid-19 di Prancis lebih mudah dilakukan. Tapi belum diketahui apakah hal itu yang menyebabkan jumlah kasus infeksi naik. 

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler