1.000 Orang Berkumpul Saksikan Laga Sepak Bola di Swiss

Awalnya pemerintah pun otiritas setempat telah melarang kedatangan suporter.

EPA-EFE/Peter Schneider
Liga Swiss (Ilustrasi)
Rep: Anggoro Pramudya Red: Agung Sasongko

REPUBLIKA.CO.ID,  LAUSANNE -- Tersiar kabar hampir 1.000 orang dilaporkan menyaksikan pertandingan sepak bola di Lausanne, Swiss. Meski pada awalnya pemerintah pun otiritas setempat telah melarang para penggemar sepak bola untuk hadir menyaksikan suatu pertandingan.


Dilansir RTS, Sabtu (23/5) kegiatan berkumpul terjadi di salah satu arena sepak bola pada Kamis (21/5) waktu setempat di wilayah Boveresses, pinggir utara Lausanne.

Kelompok itu melakukan pelanggaran yang diberlakukan oleh pemerintah Swiss terkait menangkal penyebaran virus corona.

Adapun, pertandingan yang mempertemukan antara tim kota Lausanne dan Yverdon disaksikan oleh para penonton yang baru berusia 16 tahun hingga 20 tahun.

Tidak jelas apakah para pemainnya adalah anggota klub sepak bola atau bukan. Namun, Gilbert Carrad, presiden asosiasi sepakbola Vaud, mengatakan kepada RTS bahwa ia tidak mengetahui pertandingan tersebut.

"Acara ini dilaporkan diselenggarakan melalui media sosial, terutama snapchat. Kami tahu ada sesuatu yang diatur melalui media sosial, tetapi lokasinya berubah beberapa kali, sehingga sangat sulit untuk dicegah," jelas Antoine Golay, juru bicara Kepolisian Lausanne.

Secara ekonomi, sepak bola dan industri lainnya telah terpukul akibat pandemi virus corona. Pada April 2020, pengangguran meningkat lebih tajam di antara mereka yang berusia 20 dan 24 tahun dibandingkan kelompok usia lainnya, mencapai 4,4% di Swiss yang berbahasa Prancis dan Italia.

Sementara itu, pemerintah Swiss tetap memberlakukan bahwa mereka meminta masyarakat tidak boleh mengadakan perkumpulan atau kegiatan yang mengundang banyak orang hingga 8 Juni 2020 mendatang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terkait
Berita Terpopuler