IOC Dukung Queensland Tunda Pencalonan Olimpiade 2032

Quennsland saat ini fokus pada penanganan wabah virus corona.

EPA-EFE / LAURENT GILLIERON
Cincin Olimpiade digambarkan di depan Rumah Olimpiade, markas besar Komite Olimpiade Internasional (IOC), di Lausanne, Swiss.
Red: Endro Yuwanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pejabat senior Komite Olimpiade Internasional (IOC), John Coates, pada Sabtu (23/5) mendukung keputusan Pemerintah Negara Bagian Queensland Australia untuk menunda pekerjaan terkait pencalonan tuan rumah Olimpiade 2032. Quennsland saat ini fokus pada penanganan wabah virus corona.

Sebelumnya, Menteri Utama Queensland Annastascia Palaszczuk, Jumat (22/5) mengkonfirmasi keputusan untuk menunda pekerjaan pencalonan olimpiade melalui surat kepada parlemen negara bagian.

"Karena fokus Queensland dan Australia pada penanganan Covid-19, (tim pencalonan) setuju bahwa diskusi pencalonan Olimpiade 2032 ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut," tulis Palaszczuk seperti dilaporkan surat kabar The Australian dikutip Reuters, Sabtu.

Coates, yang juga merupakan Presiden Komite Olimpiade Australia (AOC), mengatakan, semua pihak memahami bahwa telah terjadi masalah kesehatan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat yang mendesak untuk ditangani oleh pemerintah. "Pencalonan akan memiliki perannya dalam hal pekerjaan dan pertumbuhan perekonomian Queensland begitu kami melihat jalan kami melalui krisis saat ini," jelasnya.

Coates menambahkan bahwa AOC merekomendasikan pada akhir Maret akan menunda pertemuan apa pun dengan semua tingkat pemerintahan mengenai pencalonan ketika berurusan dengan pandemi.

Australia pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas dua kali, yakni di Melbourne pada 1956 dan Sydney pada 2000. Pencalonan Queensland akan dipusatkan di kota terbesar di negara bagian tersebut, Brisbane.

Coates, yang menjadi kepala inspektorat IOC untuk Tokyo, awal pekan ini memperingatkan bahwa penyelenggara di Jepang, tuan rumah Olimpiade 2020 menghadapi masalah nyata akibat virus corona.


sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terkait
Berita Terpopuler