Jasa Navigator Spanyol Ibnu Faruk untuk Muslim Argentina

Islam di Argentina

google.com
Interaksi Muslimah di Argentina
Red: Muhammad Subarkah

Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika

Islam sampai ke Argentina dibawa oleh bangsa Moor atau Moro yang ada di bagian di selatan Eropa. Atau dengan gampang dibawa oleh orang Muslim yang menjadi warga negara Spanyol yang dahulu menjajah benua Amerika bagian selatan.

Sejarawan Muslim Abu Bakar Ibnu Umar Al-Guttiya mengisahkan pada masa kekuasaan Khalifah Ummayah di Spanyol yang bernama Hisham II (976 M -1009 M), seorang navigator Muslim bernama Ibnu Farrukh telah berlayar dari Kadesh pada bulan Februari 999 M. Dia bersama armadanya berlayar menuju Atlantik (benua Amerika).

Sang pelaut Muslim itu sempat berlabuh di Gando atau Kepulauan Canary Raya. Ibnu Farrukh mengunjungi Raja Guanariga. Sang penjelajah Muslim itu memberi nama dua pulau, yakni Capraria dan Pluitana. Ibnu Farrukh kembali ke Spanyol pada Mei 999 M.

Selain itu, ajaran Islam di Amerika Latin juga disebarkan oleh orang-orang Mandiga dari Afrika Barat.  Pada 1310 M,  Abu Bakari seorang raja Muslim dari Kerajaan Mali melakukan serangkaian perjalanan ke 'dunia baru' bagi orang Eropa, yakni benua Amerika. Dua tahun kemudian, seorang Muslim dari Afrika (Mandiga) tiba di Teluk Meksiko untuk mengeksplorasi Amerika menggunakan Sungai Mississipi sebagai jalur utama perjalanannya.

Sementara itu, di masa moderen ajaran Islam juga dibawa ke Argentina oleh imigran dari negara-negara Arab, seperti Suriah dan Lebanon. Saat ini, di Argentina terdapat 3,5 juta keturunan Arab. Namun, mayoritas dari mereka menganut Kristen dan Yahudi.

Bila ditelusuri lagi sejarah Muslim di Argentina ada lebih dari satu abad yang lalu hingga 1850. Para imigran pertama sebagian besar berasal dari Suriah/Lebanon yang berusaha untuk melarikan diri dari pemerintahan Ottoman. Mereka terdaftar sebagai Turki karena fakta mereka memiliki dokumen perjalanan Turki pada waktu itu. Pendaftaran resmi pertama dari Suriah sebagai orang Arab itu pada 1899.

Pada pertengahan abad ke-20, diperkirakan lebih dari 100.000 etnis Arab tinggal di Argentina. Tingginya tingkat perkawinan dan keinginan untuk memimpin imigran baru menyebabkan mereka mengadopsi Katolik sebagai agama baru mereka. Akibatnya, jumlah generasi kedua Argentina-Arab yang mendefinisikan diri mereka sebagai Muslim turun 60 %. Dan, bahasa Arab sebagian besar hilang dari rumah-rumah keturunan Argentina-Arab ini, pada saat generasi ketiga lahir.

             ******

Muslim di Argentina mewakili beberapa sekte termasuk Suni dan Syiah. Pemimpin Muslim memperkirakan jumlah mereka sekitar satu juta Muslim, sementara yang lain berpendapat jauh lebih rendah. Sebagian besar Muslim tinggal di sekitar Buenos Aires dan hanya kota La Angelita yang memiliki mayoritas Muslim.

Mengutip islamindonesia.id, perkumpulan Islam pertama di Argentina adalah Islamic Center Argentina (CIRA) yang didirikan pada tahun 1931, atau delapan puluh tahun setelah kedatangan pertama umat Islam. Masjid merupakan tempat non-profit masyarakat setempat untuk berbagai kegiatan, seperti agama, budaya, dan pendidikan.

Pada tahun 1981, dengan bangga CIRA mengatakan bahwa masjid pertama dengan gaya arsitektur Islam di Argentina telah dibangun. CIRA terdiri dari tiga badan : Masjid Al Ahmad, kolase Arab-Argenitian, Omar Bin Khttab, markas sosial dan administratif. Menurut ketua CIRA, mereka mewakili mayoritas Muslim Argentina. Semua sekte Muslim menyambut baik hadirnya masjid tersebut sebagai tempat beribadah.

Imam Omar Abboud menjabat sebagai seorang perwira di Pusat Budaya CIRA. Hal ini tidak jelas apakah ia memiliki hubungan dengan pusat pemerintah atau tidak. Sementara di kantor, ia bekerja guna menegaskan peran CIRA untuk memelihara masyarakat, “beridentitas Islam dengan karakteristik Argentina.”

Menurut seorang imam, Abboud, "Generasi pertama datang untuk mencari uang, generasi kedua mendedikasikan diri untuk membelanjakannya, dan generasi ketiga, untuk mencintai Argentina, dengan memutuskan kembali ke Islam.”

             

Profesor Ricaardo Shamsudin mengatakan, “Islam kembali ke Argentina oleh generasi ketiga atas dampak yang ditimbulkan oleh Revolusi Islam di Iran pada tahun 1979.”

 

  • Keterangan Foto: Muslim Argentina yang keturunan Spanyol

Masjid kecil lainnya melayani masyarakat Syiah dan Alawi (komunitas terbesar kedua Arab di Argentina). Pada tahun 1996, King Fahd Islamic Culture Center, masjid terbesar di Amerika Latin, dibuka untuk umum. Pemerintah Argentina memberikan tanah untuk membangun masjid setelah kunjungan Presiden Carlos Menem ke Arab Saudi.

Secara historis, umat Islam di Argentina menghindar dari aktivitas politik dan publisitas. Dua faktor ini menjadi penyebab utama yang kemudian mengubah posisi mereka. Yakni pada tahun 1989 pada pemilihan umum, memenangkan Carlos Menem, keturunan Suriah, sebagai Presiden Argentina, dan tahun 1992 adanya serangan yang menargetkan kedutaan Israel dan pusat Yahudi— ini yang memicu  tuduhan dan investigasi terhadap anggota masyarakat dan Islam.

Saat ini, umat Islam di Argentina tidak memiliki payung organisasi yang didedikasikan untuk menyatukan mereka. Markas Organisasi Islam Amerika Latin (IOLA) terletak di Buenos Aires. Misi IOLA adalah untuk mempromosikan persatuan di kalangan umat Islam yang tinggal di Amerika Latin.

                 **** 

Di kota Buenos Aires terdapat masjid yang terkenal. Masjid yang terletak di Alberti St,  tepat di tengah Kota Buenos Aires itu dibangun pada 1989. Menurut laman wikipedia, terdapat sejumlah masjid yang tersebar pada berbagai kota di Argentina.

Di Argentina juga berdiri sebuah masjid terbesar di Amerika Latin. Masjid itu bernama The King Fahd Islamic Cultural Center. Masjid itu selesai dibangun pada 1996 berkat bantuan dari pelayan Dua Masjid Suci, yakni raja Arab Saudi. Luas masjid itu mencapai 20 ribu meter persegi. Luas tanah yang dihibahkan Pemerintah Argentina untuk pembangunan masjid itu mencapai 34 ribu meter persegi.

Islamic Center bernilai 30 juta dolar itu terdiri atas masjid, perpustakaan, dua sekolah, dan sebuah taman. Masjid itu terletak di Palermo, Buenos Aires.  Argentina juga menjadi pusat atau markas Organisasi Islam Amerika Latin (IOLA). Organisasi itu tercatat paling aktif dalam menyerukan pentingnya persatuan Islam di Amerika Latin.

 
Berita Terpopuler