UEFA Pantau Dampak Virus Corona pada Piala Eropa 2020

Pemerintah Italia telah melarang acara olahraga di enam wilayah negara itu.

eufa
UEFA
Red: Endro Yuwanto

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) terus memantau sejauh mana dampak virus corona terhadap pelaksanaan Piala Eropa 2020. Italia sebagai salah satu dari 12 negara tuan rumah perhelatan sepak bola terbesar di Benua Biru saat ini sedang dilanda wabah virus yang bermula dari Wuhan, China.

Sementara, Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, mengatakan bahwa larangan acara di daerah yang terkena dampak dapat dicabut pada hari Senin (24/2), meskipun ia menambahkan, masih melihat apa yang terjadi.

Korban tewas di Italia dari krisis virus ini mencapai 11 orang pada hari Selasa (25/2). Sementara lebih dari 320 kasus sekarang telah dilaporkan.

Seorang turis dari Lombardy, daerah yang paling parah terkena dampaknya, didiagnosis mengidap virus itu ketika sedang liburan di Sisilia. Wilayah Tuscany dan Liguria keduanya melaporkan kasus pertamanya.

Pemerintah Italia telah melarang acara olahraga di enam wilayah negara itu tetapi telah membuat pengecualian untuk pertandingan sepak bola Serie A Italia yang dapat dimainkan secara tertutup tanpa penonton. Enam pertandingan diharapkan berlangsung di stadion kosong pada akhir pekan, termasuk pertemuan pemuncak klasemen Serie A Juventus dan Inter Milan yang berada di posisi ketiga.

"Jika data tidak memberi kami indikasi yang berbeda, mungkin sejak 2 Maret kami tidak akan memperpanjang larangan acara olahraga," kata Vincenzo Spadafora kepada wartawan dilansir Reuters, Rabu (26/2). “Kita akan melihat bagaimana perkembangannya dalam beberapa hari ke depan."

Kota Roma, yang belum terpengaruh virus tersebut sejauh ini, dijadwalkan akan mengadakan tiga pertandingan penyisihan grup dan satu perempat final di turnamen Piala Eropa 2020 pada Juni dan Juli mendatang.

“Kami sedang menunggu. Kami memantau negara demi negara, dan sepak bola harus mengikuti perintah masing-masing negara,” ujar Michele Uva, anggota komite eksekutif UEFA. "Jalur olahraga hanya akan ditutup jika situasinya memburuk."

Roma akan menjadi tuan rumah pertandingan enam negara, termasuk antara Italia dan Inggris pada 14 Maret. The Times melaporkan pada hari Selasa (25/2) bahwa penyelenggara turnamen sudah khawatir dengan jadwal pertandingan.

Menteri Kesehatan Irlandia Simon Harris juga mengatakan, pertandingan enam negara melawan Italia yang dijadwalkan 7 Maret di Dublin seharusnya tidak dilanjutkan.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Berita Terkait
Berita Terpopuler