Mahfud MD: Keadilan dan Kemakmuran Belum Ada di Indonesia

Menkopolhukam Mahfud menilai keadilan dan kemakmuran belum ada di Indonesia.

Republika TV/Havid Al Vizki
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD
Rep: Ronggo Astungkoro Red: Bayu Hermawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menilai, keadilan dan kemakmuran belum ada di Indonesia. Padahal, hal tersebut menjadi salah satu syarat agar Indonesia bisa lebih maju dan masuk ke masa Indonesia Emas.

"Yang jadi masalah itu adalah adil dan makmur. Itulah sebabnya Indonesia Emas belum ada sekarang karena keadilan dan kemakmuran belum ada," ujar Mahfud dalam kegiatan Bincang Seru Mahfud di Universitas Indonesia, Depok, Senin (17/2).

Mahfud menjelaskan, Indonesia Emas itu berarti Indonesia menjadi negara maju, di mana kemiskinan sudah sangat sedikit, rakyatnya makmur, rukun, dan bersatu. Setidaknya ada lima syarat jika Indonesia mau disebut memasuki masa Indonesia Emas.

"Kita adalah bangsa yang besar, yang siap memasuki Indonesia Emas pada tahun 2045, asalkan kita bisa merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur," kata dia.

Ia menjelaskan, kelima syarat tersebut sudah tertuang di dalam alinea kedua pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Di sana disebutkan, pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah pada saat yang berbahagia mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu kemerdekaan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Menurut Mahfud, jika semua sudah tercapai dan Indonesia memasuki era Indonesia Emas, maka Indonesia akan menjadi kekuatan dunia yang keempat sesudah Cina, India, dan Amerika Serikat. Hal tersebut sudah diperhitungkan, baik dari modal sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA) yang Indonesia miliki.

"Tahun sekian SDA di bidang kehutanan seperti apa, kelautan seperti apa, pertambangan seperti apa, manusianya yang insinyur berapa, yang dokter berapa, yang ini berapa. Sehingga nanti bonus demografi yang akan berpuncak 2036 itu akan memberi dampak positif di tahun 2045. Itu akan menjadi Indonesia Emas," terang dia.

Baca Juga


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terkait
Berita Terpopuler