Kota Bandung Miliki Microlibrary Pertama di Dunia

Republika/ Wihdan
Wahana Ramah Anak-Anak. Anak-anak membaca koleksi buku di Perpustakaan Daerah DKI Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Rabu (8/7).
Rep: c01 Red: Bilal Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Microlibrary pertama di dunia dengan konsep unik yang berdiri di Kelurahan Arjuna resmi dibuka pada Sabtu (5/9). Bangunan microlibrary ini terlihat unik karena terdiri dari susunan 2 ribu ember bekas yang membentuk kode binari.


Bangunan Microlibrary Kelurahan Arjuna ini memiliki susunan gedung sebanyak dua tingkat. Bagian bawah Microlibrari tersebut merupakan panggung kosong yang dapat dimanfaatkan warga sekitar untuk kegiatan-kegiatan positif seperti pengajian, kegiatan karang taruna, hingga arisan.

Sedangkan bagian atas gedung tersebut merupakan ruang perpustakaan mini dengan dekorasi yang menarik. Bagian atas bangunan Microlibrari Kelurahan Arjuna ini terdiri dari susunan-susunan ember bekas es krim.

Ember-ember ini disusun sedemikian rupa untuk membentuk kode binari yang dapat dibaca sebagai "Buku Adalah Jendela Dunia". Kode binari tersebut sengaja ditampilkan karena Wali Kota Bandung ingin menyampaikan pesan bahwa buku merupakan jendela dunia.

Selain berfungsi untuk menunjukkan kode binari, susunan-susunan ember tersebut juga memiliki lubang yang berfungsi sebagai sirkulasi udara. Dengan begitu, jalannya Microlibrary ini akan menjadi lebih ramah lingkungan karena tidak perlu menggunakan air conditioner.

Lubang yang terdapat pada ember-ember tersebut juga sekaligus berfungsi untuk mengoptimalkan pencahayaan di dalam perpustakaan. "Walaupun kecil, kita rancang agar desain ini lebih bermakna dan bernilai lebih. Kita coba desain barang bekas agar bisa memiliki nilai tambah lebih," jelas Director SHAU Architecture & Urbanism, Daliana Suryawinata.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
Berita Terpopuler