Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Yayasan Pendidikan Telkom Hadirkan Institut Teknologi

Senin 29 January 2018 14:19 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gita Amanda

Ketua Yayasan Pendidikan Telkom Dwi S. Purnomo (kanan) bersama Koordinator Kopertis Wilayah VII Suprapto memberiian keterangan pers terkait pendirian  Institut Teknologi Telkom Surabaya di Kantor Telkom Indonesia Divisi Regional V, Surabaya.

Ketua Yayasan Pendidikan Telkom Dwi S. Purnomo (kanan) bersama Koordinator Kopertis Wilayah VII Suprapto memberiian keterangan pers terkait pendirian Institut Teknologi Telkom Surabaya di Kantor Telkom Indonesia Divisi Regional V, Surabaya.

Foto: Dadang Kurnia/REPUBLIKA
Kehadiran IT Telkom Surabaya ini melengkapi tiga perguruan tinggi lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) akan segera menghadirkan Institut Teknologi Telkom Surabaya (IT Telkom Surabaya) yang berlokasi di Jalan Gayungan PTT Nomor 17-19 Surabaya. Kehadiran IT Telkom Surabaya ini melengkapi tiga perguruan tinggi lainnya di bawah YPT, yaitu Telkom University di Bandung, IT Telkom Purwokerto, dan Akatel Jakarta.

Ketua Yayasan Pendidikan Telkom Dwi S Purnomo berharap, kehadiran IT Telkom Surabaya bisa memberikan kontribusi besar bagi pengembangan pendidikan tinggi di Jawa Timur (Jatim) khususnya, dan Indonesia pada umumnya. IT Telkom Surabaya ini ditargetkan bisa mulai menerima pendaftaran mahasiswa baru pada Agustus 2018.

 

"Targetnya, ya, Agustus nanti itu sudah buka pendaftaran dan September itu sudah masuk kelas," kata Dwi di Kantor Telkom Indonesia Divisi Regional V, Jalan Ketintang Nomor 156, Ketintang, Gayungan, Surabaya, Senin (29/1).

 

Dwi menjelaskan, dalam penyelenggaraannya, IT Telkom Surabaya memiliki kekhasan keilmuan untuk mendukung tiga sektor pembangunan utama, yakni transportasi, logistik, dan maritim. IT Telkom Surabaya akan membuka tujuh program studi (prodi), yaitu Prodi S1 teknik telekomunikasi, S1 teknik elektro, S1 teknik komputer, S1 trknik industri, S1 sistem informasi, S1 teknologi informasi, dan S1 rekayasa perangkat lunak.

 

Di tahun pertamanya, IT Telkom Surabaya menargetkan setiap prodi itu memiliki satu kelas. "Minimal satu kelas semuanya tujuh prodi itu, di mana satu kelasnya 40 mahasiswa. Kalau bisa dua kelas, tapi kan harus disesuaikan kualitas juga," ujar Dwi.

 

Saat ini, lanjut Dwi, IT Telkom Surabaya sudah menyiapkan dosen pengajar sebanyak 42 orang. Dari kesemua dosen tersebut, 65 persennya di antaranya berasal dari Surabaya. Sementara, 35 persen sisanya berasal dari berbagai daerah di Jatim, seperti Sidoarjo, Madiun, Malang, Jember, dan lain sebagainya.

 

"Dosen-dosen tersebut juga sebelum terjun mengajar, akan terlebih dahulu diberi pelatihan di Telkom University di Bandung," kata Dwi.

 

Dwi melanjutkan, seperti perguruan tinggi di bawah YPT lainnya, di tahun pertama para mahasiswa yang mendaftar IT Telkom Surabaya akan terikat ikatan dinas. Artinya, setelah lulus para mahasiswa tersebut akan langsung bekerja di berbagai daerah perusahaan milik Telkom. Namun di tahun berikutnya, mahasiswa yang terdaftar tidak akan terikat ikatan dinas.

 

Dwi juga menjanjikan untuk menekan biaya kuliah di IT Telkom Surabaya sehingga lebih murah. Namun demikian, Dwi menjanjikan penekanan harga tersebut tidak akan menurunkan kualitas, maskipun diakuinya kualitas IT Telkom Surabaya di tahun pertamanya pasti di bawah Telkom University di Bandung.

 

"Ya, kalau bisa kualitas harus tetap baik, meskipun gak seperti Telkom Universiti, ya, pasti di bawahnya. Jadi akan kita tekan juga untuk biaya, cukup saja yang penting nggak rugi saja,"ujar Dwi.

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA