Jumat , 24 January 2014, 06:46 WIB

Indonesia Akan Sangat Kehilangan Kiai Sahal

Rep: Satya Festiani/ Red: Julkifli Marbun
Antara/Prasetyo Utomo
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (kiri) dan Rais Aam PBNU Sahal Mahfudz (kedua kiri) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/6).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (kiri) dan Rais Aam PBNU Sahal Mahfudz (kedua kiri) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Haji (KH) Sahal Mahfudz, meninggal dunia.

Ketua PBNU Hasyim Muzadi mengatakan negara akan sangat kehilangan sosok beliau.   

“Pak Sahal sangat konsisten pada hubungan agama dan negara,” ujar Hasyim ketika dihubungi Republika, Jumat (24/1).

Kiai Sahal memiliki konsep yang dapat menyelamatkan agama dan negara. Konsep yang ia miliki adalah tidak menggunakan agama untuk menghadapi negara dan tidak menggunakan negara untuk merugikan agama.  

Hasyim mengatakan Kiai Sahal memiliki jurus untuk hal tersebut karena beliau mewarisi pemikiran Walisongo dalam mengembangkan hubungan agama dan negara. “Ini sumbangsih beliau untuk bangsa. Agama tidak akan menjadi masalah untuk negara,” ujar dia.