Sabtu, 11 Ramadhan 1439 / 26 Mei 2018

Sabtu, 11 Ramadhan 1439 / 26 Mei 2018

Benda Bersejarah di Museum Bahari Musnah Dilumat Api

Rabu 17 Januari 2018 16:57 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Kebakaran Museum Bahari Jakarta Utara, pada Selasa (16/1).

Kebakaran Museum Bahari Jakarta Utara, pada Selasa (16/1).

Foto: Republika/ Mas Alamil Huda

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Mas Alamil Huda, Amri Amrullah

Ada perang besar di Laut Jawa dan Laut Sunda pada Februari 1942. Perang terjadi antara armada kapal perang sekutu yang terdiri atas Amerika Serikat (AS), Inggris, Australia, dan Belanda, melawan armada Kekaisaran Jepang. Kedua pihak memperebutkan kawasan Hindia Belanda yang masih dikuasai Kolonial Belanda.

Masing-masing pihak mengerahkan puluhan kapal perusak, kapal pengangkut, dan kapal penjelajah dalam pertempuran itu. Berlangsung hingga 1 Maret 1942, saling serang kedua kekuatan digadang-gadang sebagai pertempuran laut paling besar dalam sejarah.

Sebanyak 2.300 pelaut dan 220 penerbang gugur dalam pertempuran di Laut Jawa, dan sekitar 1.071 pelaut sekutu tewas pada perang di Laut Sunda. Tak sedikit bangsa Melayu yang bertugas di kapal- kapal Belanda ikut gugur. Pada akhirnya, Jepang memenangkan pertempuran dan menguasai Jawa. Hal itu kemudian jadi bagian dari senarai yang berujung kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejak Februari tahun lalu, saksi bisu dari pertempuran itu dipamerkan di Gedung C Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara. Ada alat-alat navigasi yang digunakan dalam kapal-kapal tempur saat itu. Peta pertempuran, daftar nama-nama mereka yang gugur, hingga replika kapal tempur HMAS Perth milik Australia dan USS Houston milik US Navy yang tenggelam dalam pertempuran. Pada pagi hari, Selasa (16/1) kemarin, nyaris seluruhnya musnah terbakar.

Awalnya, sekitar pukul 08.55 WIB, seorang petugas gedung menyaksikan asap menguar dari Gedung C blok 3. Mengetahui asap itu datang dari api yang telah menyala, ia memanggil rekannya dan berupaya memadamkan api. Yang mereka upayakan tak banyak gunanya, api sudah telanjur membesar.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Satriadi Gunawan mengatakan, sebanyak 20 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan si jago merah. "Peluncuran 20 unit. Empat belas dari Unit Jakarta Utara dan tiga dari Unit Jakarta Barat serta tiga dari Unit Pati Kendal," kata dia.

Sekitar pukul 11.00 WIB, api berhasil dipadamkan. Sayangnya, kerusakan sudah terjadi. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Bahari Husnizon Nizar mengatakan, di gedung ini, berbagai koleksi benda bersejarah terkait kebaharian disimpan dan dirawat. "Lantai 1 Gedung C itu adalah tempat koleksi alat-alat navigasi laut, seperti mercusuar, dan rambu-rambu laut lain juga alat-alat lainnya berkaitan dengan transportasi laut, juga ada miniatur perahu tradisional," kata Husnizon di Museum Bahari, kemarin.

Embusan angin kencang dari laut membuat ruangan-ruangan di blok satu dan dua sekitar Gedung C Museum Bahari turut dilahap si jago merah. Termasuk di antaranya, ruangan tempat kenangan soal Perang Laut Jawa dipamerkan. Selepas api dipadamkan, bangunan di area Gedung A Blok 1 dan 2 dan Gedung C Blok 1 dan 2, nyaris seluruhnya terbakar. Sebagian Gedung B juga dilalap api.

Di ruangan tersebut, menurut Husnizon, banyak benda yang disumbang dari Kedutaan Besar AS, Kedutaan Besar Inggris, Kedutaan Besar Australia, dan Kedutaan Besar Belanda. "Baru satu tahun yang lalu, tepatnya 27 Februari 2017, diresmikan oleh Menko Kemaritiman Pak Luhut (Binsar Pandjaitan)," ujar dia.

Selain itu, Husnizon menambahkan, koleksi benda bersejarah di Gedung A Museum Bahari juga diperkirakan turut terbakar. Di lantai dasar gedung tersebut, menurut dia, tersimpan koleksi dari Angkatan Laut Indonesia. Sementara di lantai satu, ada juga ruangan yang berisi diorama tokoh-tokoh laut internasional ikut terbakar.

Pihak kepolisian sejauh ini masih mengira-ngira penyebab kebakaran. Kendati demikian, Husnizon mengungkapkan, kelistrikan di gedung museum beberapa kali mengalami masalah. Bahkan, dia menyebut pernah terjadi korsleting listrik.

Akibat seringnya mengalami gangguan pada kelistrikan ini, pihak UPT telah merencanakan perbaikan terkait instalasi ke listrikan. Namun, semua rencana itu didahului kebakaran kemarin pagi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES