Minggu, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Minggu, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Gagal di SEA Games, Satlak Prima Tolak Revisi Target Asian Games

Kamis 31 Agustus 2017 12:20 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Israr Itah

Ketua Satlak Prima Ahmad Sutjipto.

Ketua Satlak Prima Ahmad Sutjipto.

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kegagalan prestasi Kontingen Indonesia di SEA Games 2017 tak membuat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) merevisi target peringkat 10 besar pada Asian Games 2018. Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Achmad Sutjipto menegaskan, ambisi menembus 10 besar Asia tetap wajib diraih Indonesia pada tahun depan.

Sutjipto mengatakan, paling penting saat ini memastikan raihan para atlet Indonesia di SEA Games ditingkatkan dan dipoles agar semakin matang. Juga, kata dia, tetap harus ada sokongan terutama modal dari pemerintah.

“Ambisi, kalau tidak didukung, itu sama saja dengan ilusi,” kata dia, kepada wartawan di Kemenpora, Jakarta, Kamis (31/8).

Satlak Prima menargetkan Kontingen Indonesia menembus empat besar di level SEA Games. Yaitu, dengan minimal membawa pulang sedikitnya 55 medali emas. Akan tetapi, sampai pesta ragam olahraga terbesar di Asia Tenggara itu pungkas, Rabu (30/8), Indonesia cuma mampu berada di peringkat kelima, dengan perolehan 38 medali emas.

Hasil tersebut, menjadi catatan terburuk sejarah olahraga Indonesia di kawasan Asia Tenggara. SEA Games 2015 di Singapura, Indonesia juga berada di peringkat kelima. Namun dengan perolehan medali emas lebih banyak, yakni 47. Di SEA Games 2013 Myanmar, Kontingen Garuda lebih baik lagi, dengan berada di peringkat keempat dengan 67 medali emas.

Sedangkan di Asian Games tahun mendatang, Satlak Prima memasang target, Indonesia berada di perigkat antara delapan sampai 10. Modal sebagai tuan rumah, membuat Satlak Prima optimistis target tersebut, mampu diraih. Ambisi 10 besar di kawasan Benua Asia, bagi Satlak Prima hanya membutuhkan sekira 17 sampai 20 medali emas.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA