Minggu, 12 Ramadhan 1439 / 27 Mei 2018

Minggu, 12 Ramadhan 1439 / 27 Mei 2018

Mendikbud: Soal HOTS UN SMP Disesuaikan Kemampuan Siswa

Ahad 22 April 2018 19:28 WIB

Red: Nur Aini

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 29 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (2/4).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 29 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (2/4).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Jumlah soal HOTS 10-15 persen dari total soal UN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengikuti Ujian Nasional (UN) untuk tidak risau dengan soal yang membutuhkan daya nalar tingkat tinggi atau High Order Thinking Skills (HOTS).

"Soal HOTS tetap ada dan tingkat kesulitannya disesuaikan dengan kemampuan siswa SMP," ujar Mendikbud kepada Antara di Jakarta, Ahad (22/4).

Soal HOTS sendiri, kata Muhadjir, jumlahnya berkisar 10 hingga 15 persen dari jumlah soal yang ada. Meski demikian, Muhadjir meminta agar para peserta tidak khawatir dengan adanya soal tersebut. Muhadjir menegaskan kisi-kisi soal dengan pendekatan HOTS untuk UN SMP maupun UNBK SMA sebelumnya telah disosialisasikan dan diajarkan kepada siswa.

Direktur Pembinaan SMP Ditjen Dikdasmen Kemdikbud, Supriano, mengatakan soal HOTS sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu, tetapi baru diributkan beberapa waktu terakhir.

"Soal HOTS sendiri sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu, tidak hanya pada tahun ini saja," kata Supriano.

Supriano menjelaskan sejauh ini persiapan UN untuk tingkat SMP berjalan lancar, termasuk di daerah terdepan, tertinggal dan terpencil (3T). UN untuk tingkat SMP akan digelar pada 23 April hingga 26 April. UN untuk SMP tersebut diikuti 4.296.557 siswa SMP dan MTs. Dari jumlah tersebut, peserta yang mengikuti UN berbasis komputer (UNBK) sebanyak 63 persen atau 2.694.692 siswa dan UN kertas pensil (UNKP) diikuti 1.601.865 siswa atau 37 persen.

"Kami mengimbau siswa untuk tidak percaya dengan kebocoran soal, karena sulit sekali soal itu bocor apalagi dengan adanya UNBK ini. Siswa hendaknya percaya diri dan banyak berdoa dibandingkan percaya dengan adanya bocoran soal," kata Supriano.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA