Minggu, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Minggu, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Prancis Sediakan Kuota 55 Beasiswa untuk Alumni PTKI

Rabu 21 Maret 2018 21:21 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani

Beasiswa (ilustrasi)

Beasiswa (ilustrasi)

Foto: yeppopo.wordpress.com
Prancis juga membuka peluang bagi 55 orang untuk beasiswa Prancis Non-degree

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Atase Kerjasama Science dan Tecnology Kedutaan Prancis yang difasilitasi oleh Alliance Franaise (AF) belum lama ini melakukan pertemuan dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi dan Sumatera Utara terkait program besiswa di Prancis.

Prof. Nicolas dari Atase Kerjasama Science dan Tecnology Kedutaan Prancis menyampaikan bahwa Prancis menyediakan kuota 40 program doktor Ph.D melalui skema program khusus Kementerian Agama yaitu 5.000 doktor. Namun, sayangnya baru 14 orang kandidat yang tersedia.

Selain itu, Prancis juga membuka peluang bagi 55 orang untuk beasiswa Prancis Non-degree bagi dosen dan alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). "Kami sediakan kurang lebih 55 orang untuk mengambil program non-degree di negara kami untuk merealisasikan kerjasama kami dengan MoRA (Ministry of Religious Affairs)," ujar Nicolas dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (21/3).

Beasiswa non-degree adalah beasiswa yang memberikan kesempatan kepada penerimanya untuk mempelajari bidang pendidikan tertentu atau melakukan aktifitas tertentu misalnya riset atau penelusuran pustaka tanpa memberikan gelar akademik apapun.

Menurut Nicolas, peluang program beasiswa itu dirasa masing kurang tersosialisasi kepada civitas akademika UIN, IAIN, STAIN dan PTKIS di seluruh Indonesia. "Sayang sekali komunitas PTKIN belum mengambil banyak peluang itu padahal kami ingin mengoptimalkan program-program penigkkatan mutu tersebut," kata Nicolas.

Nicolas mengatakan bahwa Kementerian Agama dan Prancis memberikan kesempatan S2 untuk jangka waktu satu tahun, dengan penekanan utama pada keterampilan riset sebelum mengikuti program Ph.D. "Program itu untuk menjembatani beberapa kelemahan kemampuan riset para dosen calon peserta Program 5.000 Doktor," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Jambi, Fadilah Husain berterimakasih kepada Atase Kerjasama Science dan Tecnology Kedutaan Prancis yang telah memperkuat kerjasama tersebut. "Kami sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi yang mendalam atas kesediaan Kedutaan Prancis memperkuat jaringan kerjasama ini," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES