Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

UAD Beri Peluang Besar Doktor Muda Jadi Guru Besar

Selasa 15 May 2018 14:41 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Karta Raharja Ucu

Dr. Rully Charita Indra Prahmana Dosen UAD, Doktor Muda Pendidikan Matematika.

Dr. Rully Charita Indra Prahmana Dosen UAD, Doktor Muda Pendidikan Matematika.

Foto: dokumentasi pribadi
Dr Rully Charita diberikan peluang menjadi Guru Besar UAD pada 2020

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta memberikan peluang besar dosen dengan jenjang doktor muda berkarier hingga menjadi Guru Besar. Peluang dosen dengan status doktor muda ini dirasakan Dr Rully Charita Indra Prahmana, yang juga dosen Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan UAD.

"Saya lulus Doktor Pendidikan Matematika di usia 29 tahun. Alhamdulillah kini diberi kesempatan besar oleh UAD sebagai dosen dan diarahkan sebagai Guru Besar UAD nanti 2020," kata Rully kepada wartawan di kampus UAD, Senin (15/5).

Rully menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) program Matematika di Universitas Gajah Mada pada usia 21 tahun, dan lanjut menempuh program master Pendidikan Matematika, hingga lulus pada usia 25 tahun. Rully lalu melanjutkan studi program doktor di bidang Pendidikan Matematika di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung hingga selesai di usia 29 tahun.

Setelah lulus jenjang doktoral pendidikan Matematika, Rully lalu mendapatkan kesempatan menjadi dosen UAD, dan mengajar di Program Magister Pendidikan Matematika. Ia mengaku menjatuhkan pilihan menjadi pengajar di UAD karena kampus tersebut memberikan apresiasi besar terhadap para lulusan muda terbaik untuk berkiprah di bidang pendidikan.

"Sebelumnya saya sempat di kampus swasta lain, sebelum di UAD. Saya merasa UAD jauh lebih besar memberikan apresiasi kepada lulusan doktor muda seperti saya," ungkapnya.

Apresiasi besar yang diberikan UAD ini, kata dia, dari semua segi. Mulai dari tunjangan dan gaji, fasilitas, peluang menjadi dosen tetap hingga kesempatan menjadi asisten professor. Dan itu ia dapatkan ketika baru 1,5 tahun bergabung bersama UAD sejak 2016 lalu.

"Mudah-mudahan kalau lancar pada 2020 saya sudah jadi Guru Besar," terangnya.

Semua yang dia rasakan ini, menurutnya tanpa memandang senioritas. UAD memperlakukan sama antara dosen UAD status doktor yang sudah lama dan yang masih baru. Ia melihat UAD sangat profesional, memperlakukan dosen dari sisi kapabilitas. Inilah, menurutnya apresiasi UAD terhadap dosen dengan predikat doktor muda.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA