Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Penggabungan Perpustakaan Perguruan Tinggi Hemat Triliunan

Jumat 23 Maret 2018 10:23 WIB

Red: Ratna Puspita

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando.

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando.

Foto: Republika / Darmawan
Penghematan itu hanya dari langganan jurnal internasional saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando mengatakan penggabungan atau pengintegrasian perpustakaan perguruan tinggi akan menghemat anggaran hingga Rp 3,7 triliun. Penghematan itu hanya dari langganan jurnal internasional saja.

"Dengan penggabungan perpustakaan perguruan tinggi ini mampu menghemat anggaran hingga triliunan rupiah,” kata Muhammad Syarif Bando di Jakarta, Jumat (23/3). 

Dia menyebutkan, untuk anggaran langganan jurnal internasional, masing-masing perguruan tinggi mengeluarkan biaya Rp 1 miliar. Indonesia memiliki empat ribu perguruan tinggi. Jika dijumlahkan maka seluruh kampus tersebut akan mengeluarkan dana hingga Rp 4 triliun. 

“Namun, melalui Perpusnas, hanya mengeluarkan anggaran Rp 300 miliar dan bisa diakses semua jurnal internasional yang ada," ujar dia.

Sebelumnya, sebanyak 42 perpustakaan perguruan tinggi melakukan penandatanganan nota kesepahaman pengintegrasian dengan Perpusnas di Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Syarif mengatakan untuk langganan jurnal, mungkin untuk kampus negeri yang besar tidak mengalami kendala. Akan tetapi, kampus swasta kecil mungkin mengalami kendala.

"Mungkin Rp 16 miliar untuk langganan jurnal internasional bagi Universitas Indonesia atau Universitas Gadjah Mada tidak masalah. Akan tetapi, bagi kampus swasta kecil, Rp 1 miliar saja mungkin susah untuk langganan jurnal internasional. Namun dengan bergabung dengan Perpusnas, maka mereka akan mudah mengakses jurnal internasional," ujar dia.

photo

Pengunjung mencari buku di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (07/11). Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia baru mempunyai 27 lantai dengan 3 lantai basement dan 24 lantai. (Republika/Iman Firmansyah)

Syarif menjelaskan Perpusnas dengan aplikasi INLISLite akan mengintegrasikan sejumlah perpustakaan yang sudah melakukan kerja sama. "Dengan aplikasi ini, aplikasi apapun yang dipakai perpustakaan perguruan tinggi lainnya akan bisa dimigrasikan datanya," kata dia.

Dia mencontohkan perguruan tinggi di Bangka Belitung bisa mengakses perpustakaan di Uncen Manokwari, UGM Yogyakarta, di Unibraw Malang. "Yang menjadi anggota online perpusnas akan difasilitasi Indonesia OneSearch (IOS ) untuk bisa masuk kedalam aplikasi yang berlaku secara nasional dan bisa membaca apa saja yang ada di sana," papar Syarif.

Menurut dia, yang menguntungkan adalah ketika penggabungan koleksi. Dia mencontohkan Perpusnas memiliki empat juta koleksi, kemudian UGM punya dua juta koleksi, Unair punya satu juta koleksi, Unibraw dua juta koleksi. 

Jika digabungkan menjadi suatu milik bangsa maka akan berpperan tidak kecil dalam membangun sumber daya manusia akan terwujud. Saat ini, Perpusnas memiliki empat juta konten dan koleksi serta tergabung dengan 900 institusi perpustakaan dengan jumlah koleksi sekitar 30 juta.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA