Hidayat Nur Wahid Saingan Terberat Aher
Ahad , 02 Februari 2014, 21:11 WIB
Prayogi
Tiga kandidat capres PKS, Presiden PKS Anis Matta (tengah),Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kiri) dan Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pakar Ilmu Politik dari Universitas Parahyangan Bandung Asep Warlan mengatakan sosok Hidayat Nurwahid menjadi pesaing terberat bagi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dari tiga nama kandidat calon presiden yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Diantara nama Anis Matta dan Hidayat Nur Wahid, saya kira Pak Hidayat lah yang akan menjadi pesaing berat atau rivalnya untuk Pak Aher (Ahmad Heryawan)," kata Asep Warlan, Ahad (2/2).

Menurut dia, sosok Hidayat Nur Wahid dikenal sebagai pribadi yang bersahaja dan menjadi salah satu tokoh PKS yang telah berhasil memberikan kesuksesan bagi partai tersebut. "PKS sukses di Pemilu 2009 saat dipimpin Pak Hidayat, dia adalah pribadi yang bersahaja dan memang tidak bisa dipungkiri bahwa dia berasal dari faksi keadilan," ujarnya.

Jika dilihat dari segi popularitas, kata Asep Warlan, sosok Ahmad Heryawan masih kalah populer jika dibandingkan dengan Hidayat Nurwahid. "Dalam pencapresan PKS, salah satu kelemahan Pak Aher ialah kurang dikenal secara nasional. Ini berbeda dengan Pak Hidayat, saya yakin Pak Hidayat jauh lebih dikenal masyarakat Indonesia dibandingkan Pak Aher. Mungkin untuk wilayah Jabar, Jakarta dan Banten, Pak Aher pasti dikenal," papar Asep.

Oleh karena itu, ia meminta kepada Ahmad Heryawan untuk lebih mengenalkan diri kepada seluruh masyarakat Indonesia, salah satunya dengan melakukan safari nusantara. "Tapi upaya pengenalan diri kepada seluruh masyarakat Indonesia ini, akan sedikit jadi kendala jika Pak Aher masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Sangat tidak elok jika dia sibuk safari ke semua wilayah sehingga mengabaikan tugas dan kewajibannya sebagai kepala daerah," ujarnya.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar