Senin, 6 Ramadhan 1439 / 21 Mei 2018

Senin, 6 Ramadhan 1439 / 21 Mei 2018

Alasan Daihatsu tak Bawa City Car 1500 cc ke Indonesia

Selasa 13 Februari 2018 16:38 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Winda Destiana Putri

Daihatsu meluncurkan generasi ke-3 seri Siroin, All New Sirion, di Jakarta, Selasa (13/2).

Daihatsu meluncurkan generasi ke-3 seri Siroin, All New Sirion, di Jakarta, Selasa (13/2).

Foto: Republika/Eko Supriyadi
Daihatsu hanya ingin mempertahankan pasar Sirion.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Daihatsu ungkap alasan mengapa tak membawa city car dengan mesin 1500 cc ke Indonesia. Mereka malah meluncurkan city car bermesin 1300 cc, yaitu All New Sirion.

Padahal, Daihatsu sudah memiliku produk serupa di Malaysia yaitu Myvi, dengan mesin 1500 cc. Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor menjelaskan, yang masuk di Indonesia hanya 1300 cc karena pasar city car di Indonesia tidak berkembang terlalu baik. Menurut dia, pemain pasar di city car sudah sangat banyak.

Sementara penjualan Sirion hanya 200 unit per bulan, yang paling besar adalah Ignis (Toyota) dan Baleno (Suzuki), yang membuat pasar city car bergairah. Dengan kondisi pasar yang relatif kecil, Daihatsu mempertimbangkan bagaimana efisiensi operasional efisien. Kalau terlalu banyak pilihan sementara pasarnya tidak banyak, maka operasional akan tidak efisien.

''Karena harus stok dua (jenis), 1,3 (liter) dan 1,5 (liter). Buat kami efisiensi operasional penting. Karena itu kami memutuskan untuk menjual yang 1,3 (liter),'' ucap Amelia, dalam peluncuran All New Sirion, di Jakarta, Selasa (13/2).

Kalau pasar di segmen ini berkembang seperti di Malaysia, dimana Myvi sebulan bisa terjual 12 ribu unit, Amelia mengatakan bisa saja Daihatsu membuat banyak varian. Sementara Sirion hanya terjual sekitar 200 unit, maka terlalu tidak efisien untuk menambahkan varian.

Sehingga, lanjut dia, target Daihatsu hanya ingin mempertahankan pasar Sirion. Hanya saja, bagi pasar city car, selama masyarakat Indonesia masih punya filosofi mangan ora mangan asal ngumpul, maka mobil dengan tujuh kursi masih akan jadi pilihan utama.Di sisi lain, Malaysia sudah berubah.

Dengan pemikiran jika sehari hari mobil dipakai buat sendiri atau berdua, untuk apa membeli mobil dengan 7 kursi. Hal itulah yang membuat pasar city car di Malaysia menjadi dominan.

''Kalau Indonesia berubah, city car menjadi pilihan dan tumbuh, kami akan mempertimbangkan bagaimana memfalisitasi perubahan ini,'' jelas Amelia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA