Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

ISPA Penyakit dengan Penderita Tertinggi di Bekasi

Sabtu 20 January 2018 07:38 WIB

Rep: Farah Nabila Noersativa/ Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Ada lebih dari 30 ribu orang yang menderita ISPA di Kota Bekasi.

REPUBLIKA.CO.ID,  BEKASI -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatatpenyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit dengan jumlah penderita yang paling tinggi di Kota Bekasi. Berdasarkan data kunjungan masyarakat ke pelayanan kesehatan, tercatat ada lebih dari 30 ribu orang yang menderita ISPA di Kota Bekasi.

"Yang paling banyak adalah ISPA, dengan jumlah di atas 30 ribu dari jumlah 2,7 juta jumlah penduduk Kota Bekasi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Bekasi, Dezi Syukrawati kepada Republika.co.id, Rabu (17/1).

Ia juga menyebut penyakit ISPA juga menyerang kepada kelompok umur yang bervariasi, yakni dari anak-anak hingga dewasa. Dezi menyebut, penyebab penyakit ISPA salah satunya adalah adanya polusi udara. Bisa karena asap knalpot kendaraan, asap rokok, asap kebakaran hutan, dan lain-lain, kata dia.

Namun, khusus di Kota Bekasi, ia menyebut yang menjadi penyebab dominan adalah asap kendaraan, mengingat jumlah kendaraan di Kota Bekasi yang semakin banyak.

Selain itu, Dinkes juga mencatat beberapa penyakit lainnyayang masih tergolong sepuluh besar penyakit yang paling banyak diderita warga Bekasi. Penyakit yang berkaitan dengan gigi menduduki puncak kedua setelah ISPA dengan jumlah penderita yang tercatat Dinkes sebanyak lebih dari 20 ribu orang.

Pernyakit-penyakit berikutnya adalah penyakit dyspepsiayakni penyakit gangguan daerah penelanan, nasofaringitis akut, faringitis akut,hipertensi, miyelgia (sakit kepala), ISPA lainnya, demam yang tidak diketahui penyebabnya, dan penyakit diabetes. "Semua penyebabnya rata-rata disebabkan karena pola hidup yang kurang baik," ujarnya.

Ia mencontohkan penyakit hipertensi dan diabetes dialamikarena pola makan yang tak sesuai. Orang-orang saat ini kebanyakan butuh makanan yang praktis, seperti junk food yang tinggi garam dan cenderung tak memilih makanan karena sibuknya aktivitas sehari-hari, katanya.

Dengan pola makan yang seperti itu, maka masyarakat lebih rentan terjangkit penyakit. Dan kedua penyakit itu merupakan penyakit yang bukan menular, namun murni akibat dari pola hidup yang tak ideal.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawatimenyebut sepuluh penyakit dengan penderita terbanyak di Kota Bekasi itu takjauh berbeda dari tahun ke tahun. ISPA memang masih menjadi penyakit ancaman bagi warga Bekasi.

Ia berujar selain disebabkan oleh polusi, pola hidup suka begadang, merokok, dan sering mandi di malam hari dapat menyebabkan ISPA. "Karena itu kita selalu ingatkan masyarakat untuk melakukan pola hidup yanglebih sehat agar terhindar dari penyakit," katanya.

Tanti mengatakan pihaknya saat ini sedang gencarmeningkatkan penyuluhan hidup sehat dan bersih bagi masyarakat Kota Bekasi. Dari Dinkes berupaya untuk meningkatkan penyuluhan hidup sehat dan bersihlebih banyak lagi untuk mengurangi angka kesakitan, tuturnya.

Ia berujar, seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) akan terus memberikan informasi mengenai pola hidup sehat selain memberikanpelayanan sendiri. Para kader posyandu pun akan lebih banyak memberikanpenyuluhan kepada masyarakat terkait dengan ISPA.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jujitsu West Java Open Championship I

Ahad , 18 February 2018, 20:49 WIB