Kamis, 9 Ramadhan 1439 / 24 Mei 2018

Kamis, 9 Ramadhan 1439 / 24 Mei 2018

Marhaban Ya Ramadhan

Jumat 11 Mei 2018 07:24 WIB

Red: Joko Sadewo

Ani Nursalikah

Ani Nursalikah

Foto: dok. Pribadi
Teguhkan hati untuk tidak meng-klik akun-akun gosip di media sosial

REPUBLIKA.CO.ID, “Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan.” (HR Ahmad dan Nasai).

Alhamdulillah, kurang dari sepekan lagi tamu agung yang ditunggu-tunggu akan menghampiri umat Muslim. Sudah selayaknya Muslim bergembira menyambut bulan suci yang hanya datang satu tahun sekali.

Bergembira menyambut Ramadhan dilakukan dengan mempersiapkan diri, baik mental maupun fisik. Tidak bisa dipungkiri, Ramadhan adalah ibadah fisik. Tentu, lebih baik jika kita sebelumnya telah membiasakan diri berpuasa.

Jika pun tidak, ada baiknya mulai fokus pada ibadah kita. Perbanyak istighfar, dan memohon ampunan Allah SWT.

Ada baiknya, mulai merencanakan dan membuat jadwal tadarus Alquran agar bisa mencapai target khatam ketika Ramadhan usai. Umat Islam disarankan memperbanyak membaca dan mempelajari Alquran selama Ramadhan.

Mencari tahu jadwal kajian di beberapa masjid juga bisa dilakukan untuk menambah keilmuan kita. Selain itu, kajian keilmuan juga bisa menjadi ajang silaturahim sesama Muslim.

Teguhkan diri untuk menjaga kualitas ibadah, bahkan meningkatkannya. Menjaga konsistensi melakukan tarawih berjamaah di masjid juga bisa menjadi tantangan tersendiri.

Apalagi di tengah kesibukan kerja. Hal-hal kecil, seperti shalat tarawih berjamaah, jika tak sempat melakukannya di masjid, bisa dilakukan bersama rekan kerja di kantor. Semoga kita termasuk orang-orang yang tetap memenuhi shaf shalat tarawih berjamaah hingga akhir Ramadhan.

Satu hal yang juga sulit dihindari adalah membaca berbagai akun gosip di media sosial. Di Instagram misalnya, meski tidak mem-follow akun-akun gosip, umumnya akun gosip itu muncul di Explore karena ada teman kita yang mem-follow akun tersebut.

Kalau sudah begini, ingatlah bahwa selama Ramadhan semua ibadah akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Karena itu, meski sulit, teguhkan hati untuk tidak mengklik akun-akun tersebut. Alihkan perhatian pada ibadah dan berbuat baik, seperti bersedekah

'Cobaan' lain yang muncul saat Ramadhan adalah godaan diskon belanja. Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, umumnya, sejumlah pusat perbelanjaan akan menggelar diskon-besar-besaran.

Saya ingat betul, mal-mal disesaki pengunjung yang berburu diskon. Bahkan, saat dini hari mal bahkan menggelar midnight sale. Padahal, ketika dini hari alangkah baiknya diisi dengan beribadah kepada Allah.

Belum lagi godaan belanja online. Tinggal klik, semua barang incaran sampai di tangan. Memiliki barang baru sah-sah saja asalkan tidak berlebihan. Ingatlah Rasulullah SAW melarang umatnya berbuat boros dalam segala hal.

Tidak lupa membaca doa hari pertama Ramadhan, yakni “Yaa Allah! Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. dan jauhkan aku dari tidurnya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku, wahai Tuhan sekalian alam, dan ampunilah aku, Wahai pengampun para pembuat dosa.” (Dikutip dari Buku I'tikaf/Heri Ruslan).

Yuk, semangat perbanyak ibadah di bulan puasa. Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang Ramadhan yang mulia.

*) Penulis adalah redaktur Republika.co.id

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES