Wednesday, 8 Ramadhan 1439 / 23 May 2018

Wednesday, 8 Ramadhan 1439 / 23 May 2018

Membidik Satu Gelar

Selasa 13 March 2018 10:56 WIB

Red: Agus Yulianto

Wartawan Senior - Nurul Hamami

Wartawan Senior - Nurul Hamami

Foto: Republika/ Wihdan
Tumpuan untuk membawa pulang gelar All England yang kembali bergulir pekan ini.

REPUBLIKA.CO.ID,  Ahad, 12 Maret 2017, jelang tengah malam WIB. Marcus Fernaldi Gideon-Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi juara baru di turnamen tertua di dunia All England. Mereka menghabisi perlawanan jagoan Cina Li Junhui/Liu Yuchen lewat kemenangan 21-19 dan 21-14 di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris. Selama 35 menit jantung berdegup kencang melihat duel sengit kedua pasangan. Permainan cepat yang diperagakan keduanya kerap membuat badan enggan beranjak dari tempat duduk. Saling menambah poin terjadi. Hingga waktu interval gim kedua, Li dan Liu masih memberi perlawanan keras.

Bahkan, di detik-detik terakhir smes pertama Marcus masih gagah dikembalikan oleh Liu Yuchen. Kevin ikut menyambar cock dengan smes kerasnya, tapi juga masih bisa dikembalikan dengan enak oleh pemain jangkung Cina itu. Namun, sebuah chop Kevin mulai membuat kaki dan tangan kanan Liu goyah, pengembaliannya tanggung. Smes kedua Marcus pun tak lagi bisa dikembalikan Liu dengan sempurna. Cock menyangkut di net. Li Junhui hanya bisa berdiri tanpa bisa membantu Liu.

Marcus/Kevin menjadi pasangan ke-11 Indonesia yang berhasil mencatatkan dirinya di daftar juara ganda putra All England. Christian Hadinata/Ade Chandra adalah pasangan pertama yang berhasil menjadi juara pada 1972. Ketika itu pertandingan masih dimainkan di Wembley Arena, London. Sedangkan, Tjun Tjun/Johan Wahyudi menjadi yang tersering menjadi juara yakni selama enam kali.

Juaranya Marcus/Kevin di All England tahun lalu membuktikan bahwa Indonesia "masih ada" di pentas bulu tangkis bergengsi dunia itu. Setelah ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto babak belur di babak pertama dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tersungkur di perempat final, harapan satu-satunya memang tinggal Marcus/Kevin. Padahal sebelumnya, satu gelar diharapkan datang dari Jordan/Debby atau Tontowi/Li li y ana. Jordan/Debby datang ke Birmingham kala itu sebagai juara bertahan, sedangkan Tontowi/Liliyana adalah juara Olimpiade Rio 2016.

Tumpuan untuk membawa pulang gelar All England yang kembali bergulir pekan ini, justru ada di pundak Marcus/Kevin. Melihat rekam jejak keduanya sepanjang tahun lalu hingga awal tahun ini, rasanya memang tidak berlebihan mengharapkan mereka mampu mempertahankan gelar. Walaupun, di ganda campuran, ganda putri, dan tunggal putra peluang tersebut juga terbuka. Namun, satu gelar saja bisa direbut para pebulu tangkis Indonesia sudah cukup realistis.

Peluang terbuka

PBSI mengirim empat pasangan ke Birmingham tahun ini. Sayangnya, undian pertandingan tidak menguntungkan mereka. Tiga pasangan berkumpul di pool yang sama dan sudah harus saling menyingkirkan di babak pertama dan kedua. Marcus/Kevin yang diunggulkan di tempat pertama akan langsung berhadapan dengan Angga Pratama/Rian Agung Saputro. Pemenang partai ini kemungkinan besar akan ditunggu oleh Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

"Iya, undiannya kurang menguntungkan buat tim kami. Boleh dibilang kurang bagus ya, di mana pemain-pemain Indonesia harus saling bertemu di babak-babak awal," kata pelatih pelatnas ganda putra Herry Iman Pierngadi, seperti dikutip laman resmi PBSI badmintonindonesia.org.

Hal sama diakui Marcus. "Hasil undian seperti ini memang merugikan buat tim Indonesia. Tapi, namanya undian pasti kita tidak bisa memilih hasilnya seperti apa, kami sih main yang terbaik saja," katanya.

Terhadap kedua pasangan rekan sepelatnasnya itu Marcus/Kevin belum pernah saling berhadapan. Tapi, mereka pernah bertemu dengan Angga ketika berpasangan dengan Ricky Karanda Suwardi, sementara dengan Rian saat berpasangan dengan Berry Angriawan. Merujuk penampilan keduanya yang konsisten tahun lalu, Marcus/Kevin se mestinya bisa melewati Angga/Rian Agung dan Fajar/Rian Ardianto.

Bila mulus melewati dua babak awal tersebut berarti Marcus/Kevin setidaknya sudah menyamai pencapaian mereka ketika pertama kali tampil di All England pada 2015. Kala itu sebagai pendatang baru me reka menyerah kepada Mads Conrad Peter sen/Mads Pieler Kolding (Denmark) 11-21, 21-10, 13-21.

Namun, bukan perempat final capaian yang semestinya ditembus oleh Marcus/Ke vin sekarang. Mereka memiliki misi mempertahankan gelar. Dengan catatan tak me nemui hambatan di babak-babak awal, calon lawan yang akan dihadapi oleh kedua nya ke mungkinan besar adalah ganda Cina Taipei Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin yang me nem pati unggulan ketujuh atau Mathias Chris tiansen/David Daugaard (Denmark).

Di atas kertas Marcus/Kevin seharusnya bisa melewati kedua pasangan tersebut. Head to head mereka dengan Chen/Wang adalah 3-0 dengan kemenangan terakhir di perempat final Indonesia Masters 2018 pada akhir Januari lalu. Sedangkan dengan Chris tiansen/Daugaard, baru bertemu sekali yakni di Denmark Terbuka pada Oktober tahun lalu dan menang 21-14, 21-16.

Ulangan final tahun lalu bisa terjadi di semifinal kali ini, dengan catatan Li Jun hui/Liu Yuchen juga bisa menjejakkan kaki nya ke semifinal untuk menantang kembali Marcus/Kevin. Kalau terwujud, ini akan menjadi pertemuan ke-8 bagi kedua pasangan dengan keunggulan Marcus/Kevin 6-1. Kemenangan terakhir ganda Indonesia ini tercipta di final Indonesia Masters 2018 de ngan 11-21, 21-10, 21-16.

Meski mendominasi kemenangan dalam tujuh pertemuan sebelumnya, namun Mar cus/Kevin tak boleh lengah terhadap Li/Liu. Sebagai catatan, enam kemenangan terdahulu mereka dapatkan lewat empat pertarung an ketat selama tiga gim. Tiga di antaranya kalah lebih dulu di gim pertama. Inilah yang menjadikan Li/Liu menjadi rival berat Mar cus/Kevin selama ini dan mungkin hingga beberapa tahun ke depan.

Jika pencapaian ke final sesuai dengan "skenario", ada empat calaon lawan potensial Marcus/Kevin di partai puncak turnamen berhadiah total 1 juta dolar AS ini. Kemung kinan keempatnya adalah unggulan kedua Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark), Liu Cheng/Zhang Nan (Cina), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Takeshi Ka mura/Keigo Sonoda.

Ahsan/Hendra di babak pertama semes tinya tak kesulitan untuk mendepak peringkat 40 dunia Jacco Arends/Ruben Jille (Belanda). Namun, di babak kedua kemungkinan sangat besar mereka sudah harus bertemu dengan Liu Cheng/Zhang Nan yang di babak pertama akan ditantang Liao Min Chun/Su Cheng Hing (Cina Taipei).

Dari sederet pemain Cina yang sudah dihadapi, belum sekalipun Ahsan/Hendra ber temu dengan Liu Cheng/Zhang Nan. Se belumnya, Zhang Nan adalah spesialis pe main ganda campuran berpasangan dengan Zhao Yunlei dan menjuarai All England 2010 dan 2015, juara dunia 2011, 2014 dan 2015, serta juara Olimpiade 2016.

Meski belum lama berpasangan, Liu Cheng/Zhang Nan sudah menjadi juara dunia tahun lalu setelah di final mengalahkan Ahsan/Rian Agung Saputro. Di All England tahun lalu, Liu/Zhang sukses mencapai semifinal namun kalah dari Li Junhui/Liu Yu chen. Dengan catatan sejumlah gelar yang telah dicapai, Liu/Zhang tentu bukan lawan mu dah bagi Ahsan/Hendra yang baru berpasangan kembali setelah "bercerai" sejak akhir 2016 lalu. Awal bulan lalu Ahsan/Hendra tampil di India Terbuka dan menyerah ke pada Marcus/Kevin di semifinal.

"Kami ingin melihat penampilan Hen dra/Ahsan seperti apa di All England, untuk persiapan mereka di Piala Thomas," kata Herry tentang target yang dicanangkan ke pada Ahsan/Hendra di All England. Sebe lum tampil di All England, Ahsan/Hendra di tu runkan di Jerman Terbuka. Sampai tu lisan ini turun, keduanya sudah lolos ke perempat final.

Semoga saja Ahsan/Hendra bisa me ngem balikan performa terbaik mereka se perti ketika menjadi juara All England 2014 serta juara dunia 2013 dan 2015. Selanjutnya, publik bulu tangkis nasional bisa melihat duel sesama Indonesia di final All England 2018.

***

MARCUS FERNALDI GIDEON/KEVIN SANJAYA SUKAMULJO DI ALL ENGLAND 2017

1st : menang atas Hendra Setiawan/Tan Boon Heong 21-12, 21-17

2nd : menang atas Peter Briggs/Tom Welfenden (Eng) 21-13, 21-14

QF : menang atas Chai Biao/Hong Wei (Chn) 21-16, 21-18

SF : menang atas Mads Conrad-Petersen.Mads Pieler Kolding (Den) 19-21, 21-13, 21-17

F :menang atas Li Junhui/Liu Yuchen (Chn) 21-19, 21-14

***

PARA JUARA GANDA PUTRA ALL ENGLAND DARI INDONESIA

2017 : Marcus F Gideon/Kevin S Sukamuljo

2014 : Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

2003 : Sigit Budiarto/Candra Wijaya

2001 : Tony Gunawan/Halim Heryanto

1999 : Tony Gunawan/Candra Wijaya

1996 : Ricky Subagja/Rexy Mainaki

1995 : Ricky Subagja/Rexy Mainaki

1994 : Rudy Gunawan/Bambang Suprianto

1993 : Rudy Gunawan/Eddy Hartono

1984 : Kartono/Heryanto

1981 : Kartono/Heryanto

1977 s/d1980 : Tjun Tjun/Johan Wahyudi

1974 dan 1975 : Tjun Tjun/Johan Wahyudi

1972 dan 1973 : Christian Hadinata/Ade Chandra

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES