Ahad , 08 May 2016, 13:37 WIB

Mentan Heran, Pasokan Cukup Harga Bawang Merah Rp 46 ribu per kg

Rep: c37/ Red: Taufik Rachman
Andi Amran Sulaiman
Andi Amran Sulaiman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku heran dengan harga bawang merah di perkotaan mencapai harga Rp 46 ribu per kilogram. Padahal pasokan bawang merah cukup sehingga harga di tingkat petani bawang hanya berkisar Rp 18 ribu per kilogram.

"Kami amati 1 tahun lebih, di lapangan bawang merah hanya Rp 18 ribu, di kota bisa Rp 46 ribu, naik 100 persen. Beras juga demikian. Sekarang panen raya Rp 5.500 sampai Rp 6.000 per kilogram di petani, jual Rp 7.500 sudah untung pedagangnya," tutur Amran saat menghadiri Gelar Pangan Murah Berkualitas di Jalan Sunda, MH Thamrin, Jakarta, yang bertepatan dengan Car Free Day (CFD), Ahad (8/5).

Untuk itu, pihaknya mengupayakan memotong rantai distribusi pangan dari sembilan titik menjadi tiga titik. Hal ini dapat dibuktikan dengan harga yang dijual di Toko Tani, seperti beras premium yang dijual Rp 7.500 per liter, bawang merah Rp 22 ribu per kg serta cabai rawit dan keriting Rp18 ribu per kg.

"Banyak yang ragu rantai pasok bisa dipangkas. Kita buktikan kita berhasil menguntungkan petani, pengusaha dan konsumen," ujarnya.

Amran menuturkan, di tahun 2014 harga bawang melonjak drastis hingga Rp 87 ribu. Sedangkan tahun lalu, pasokan bawang merah cukup sehingga harga turun hingga Rp 13 ribu sampai Rp 14 ribu. Bahkan pada 2015 itu pemerintah dapat melakukan ekspor bawang merah mencapai 100 persen.

"Ekspor (bawang merah) kita di 2015 naik 100 persen. Doakan Insya Allah tahun ini bisa naik juga. Beras kita stoknya 2 juta ton, tahun lalu 1 juta ton di bulan yang sama,"tuturnya.

Pihaknya pun mengupayakan agar harga ini tetap stabil. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian yaitu dengan membuka pasar murah berkualitas yang bernama Toko Tani Indonesia. Saat ini, sudah ada 300 Toko Tani di seluruh Indonesia.

"Target tahun ini 1000 Toko Tani kita bangun," imbuhnya.

Adanya Toko Tani Indonesia, kata Amran, merupakan upaya pemerintah untuk menyediakan produk pangan dengan harga yang murah, serta kualitas yang baik. Prinsip penjualannya yaitu untung sedikit tapi pembeli banyak dan terus menerus. Sehingga diharapkan mampu meredam gejolak harga produk pertanian terutama jelang puasa dan Lebaran, dan akan menekan angka inflasi.

"Baru saja BPS (Badan Pusat Statistik) rilis deflasi tertinggi dalam 16 tahun, terbesar dari pangan. Artinya pasar ini benar-benar mulai terbentuk," katanya.

Video

Setjen DPR RI Komit Berdayakan Perempuan