Jumat, 10 Ramadhan 1439 / 25 Mei 2018

Jumat, 10 Ramadhan 1439 / 25 Mei 2018

Jepang Kritik AS yang tak Tepati Janji

Jumat 19 Januari 2018 14:09 WIB

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah

Jenis helikopter AS yang mengalami kecelakaan dan menewaskan 30 lebih personelnya

Jenis helikopter AS yang mengalami kecelakaan dan menewaskan 30 lebih personelnya

Foto: AP
AS bantah terbangkan helikopter dekat sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID,   TOKYO -- Jepang mengkritik militer AS pada Jumat karena melanggar janji agar tak menerbangkan helikopternya dekat sebuah sekolah di sebelah pangkalannya di Okinawa. Ini merupakan perselisihan yang jarang terjadi antara Jepang dengan sekutu utamanya.

Sekolah di sebelah pangkalan Futenma di pulau selatan Okinawa merasa tidak puas atas kehadiran AS di pulau itu sejak sebuah jendela jatuh dari helikopter Marinir AS ke taman bermain sekolah bulan lalu.

Pihak Marinir menyalahkan insiden tersebut pada personel yang gagal mengamankan jendela dengan baik. Sejak saat itu, militer AS berjanji untuk tidak terbang mengelilingi sekolah.

Serangkaian insiden pesawat baru-baru ini, termasuk jendela yang jatuh dan pendaratan darurat oleh dua helikopter bulan ini, telah mendorong agar Amerika dapat menutup sebagian atau seluruh basis mereka di Okinawa. "Itu tidak bisa diterima. Kami ingin AS untuk mengatasi hal ini, "kata Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera.

Ia mengatakan, Kementriannya memiliki bukti yang jelas akan adanya overflight pada Kamis, termasuk data radar dan video, yang telah diberikannya kepada Marinir dan media.

Pihak marinir As bersikeras bahwa helikopter mereka telah menghindari sekolah tersebut. "Pilot dari penerbangan kemarin menyadari lokasi sekolah dan menghindarinya, dan Marine Corps Air Station Futenma mengkonfirmasi dengan menggunakan data pelacakan radar dan wawancara pilot bahwa tidak ada pesawat Korps Marinir yang terbang di atas sekolah kemarin," kata marinir AS dalam sebuah pernyataan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA