Minggu, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Minggu, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

In Picture: Serangan Gas Tewaskan Anak di Ghouta Timur

Senin 26 Februari 2018 20:09 WIB

Rep: Marniati, EPA, Reuters/ Red: Yogi Ardhi Cahyadi

Foto: Mohammed Badra/EPA-EFE
LSM White Helmets: Beberapa wanita dan anak-anak mengalami kesulitan bernafas.

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Pejabat kesehatan di daerah kantong pemberontak Ghouta Timur menuduh pasukan pemerintah Suriah menggunakan gas klorin dalam serangan pengeboman udara di pinggiran kota Damaskus.

Dilansir di Aljazirah, Senin (26/2), Pertahanan Sipil Suriah yang juga dikenal dengan nama White Helmets, mengatakan pada Ahad setidaknya satu anak meninggal akibat kehabisan tenaga. Menurut pemerintah sementara oposisi Suriah, korban menunjukkan gejala konsisten dengan paparan gas klorin beracun.

Kementerian kesehatan oposisi mengatakan dalam sebuah pernyataan beberapa orang dirawat di fasilitas medis di dekat Al-Shifoniyah. Gejalanya meliputi dyspnea, iritasi intensif pada selaput lendir, iritasi mata dan pusing. Kementerian tersebut mengatakan sedikitnya 18 orang dirawat dengan nebulizer.

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA