Sabtu, 11 Ramadhan 1439 / 26 Mei 2018

Sabtu, 11 Ramadhan 1439 / 26 Mei 2018

Pemerintah Optimistis Eksplorasi Migas Tahun Depan Meningkat

Selasa 15 Mei 2018 11:25 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Andi Nur Aminah

SKK Migas Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi (kedua kanan)

SKK Migas Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi (kedua kanan)

Foto: Republika/Agung Supriyanto
74 blok akan dilelang yang dikembalikan kepada negara dalam kurun waktu tiga tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah optimistis kegiatan eksplorasi migas akan kembali menunjukkan tren positif pada 2019 mendatang. Pertimbangan ini didasari atas kenaikan harga minyak dunia dan perolehan komitmen kerja pasti eksplorasi dari Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) terminasi dan WK migas baru.

"SKK (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu) Migas optimistis kegiatan eksplorasi tahun depan meningkat. Paling tidak seismik," tegas Kepala SKK Migas,  Amien Sunaryadi, Selasa (15/5).

Menurut Amien, ada dua hal yang mendasari optimisme tersebut. Pertama, finansial perusahaan migas yang ikut membaik seiring dampak kenaikan harga minyak dunia. "Yang satu karena harga minyak, jadi beberapa perusahaan menjadi punya uang," jelas Amin.

Kedua, adanya tambahan komitmen pasti untuk melakukan kegiatan eksplorasi. "Yang besar dari WK terminasi. Setelah mendapatkan WK yang sudah beroperasi, maka eksplorasinya akan lebih banyak," harapnya.

Langkah lain dalam menggalakkan kegiatan eksplorasi adalah melelang 74 blok yang dikembalikan kepada negara dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Pengembalian blok tersebut lantaran keterbatasan dana, dan belum adanya penemuan migas saat itu.

"Mayoritas WK eksplorasi. Ada (kontraktor) yang menjalankan komitmen yang semua, tapi tidak discovery. Dan ada juga yang tidak bisa melakukan komitmen sampai waktunya habis. Nanti setelah di clear up dilelang lagi dalam setahun," kata Amien.

74 blok terminasi, imbuh Amin, memiliki komitmen pasti lebih dari 400 juta dolar AS. Dari jumlah itu, sebagian telah dibayar oleh kontraktor bersangkutan, sisanya masih ditagih oleh SKK Migas.

Dengan melelang ulang 74 blok terminasi tersebut, pemerintah mengincar kontraktor baru yang punya segi finansial dan teknologi yang lebih mapan. Dengan begitu, kegiatan eksplorasi migas berjalan seperti yang diharapkan.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES