Tuesday, 7 Ramadhan 1439 / 22 May 2018

Tuesday, 7 Ramadhan 1439 / 22 May 2018

Menteri Koperasi UKM: Pariwisata Harus Jaga Kearifan Lokal

Rabu 14 February 2018 13:28 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini

Pariwisata di Bali (ilustrasi)

Pariwisata di Bali (ilustrasi)

Foto: Republika/Agung Supri
Masyarakat dinilai harus mendapatkan keuntungan dari pengembangan pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pemerintah meminta investor menjaga kearifan lokal dalam mengembangkan pariwisata. Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan, kearifan lokal merupakan sesuatu yang harus dilakukan agar masyarakat dapat terdampak positif dari kemajuan zaman. Apalagi, banyak investasi besar baik dalam maupun luar negeri yang menyasar wilayah pariwisata.

"Jangan sampai hanya para investor yang mendapat keuntungan. Masyarakat juga harus mendapat keuntungan dari perkembangan destinasi wisata di daerahnya," katanya saat membuka acara International Conference on Business Law and Local Wisdom in Tourism di Kampus Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, dalam siaran pers, Rabu (14/2).

Ia meminta agar banyak dibangun homestay di perdesaan, yang akan berdampak langsung pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, harus dibangun pelaku UKM yang mampu menghasilkan produk-produk khas daerah sebagai cinderamata bagi para turis yang datang, termasuk mengembangkan kuliner khas daerahnya.

Agar bisa berkembang kuat, ia mengatakan, sebaiknya para UKM tergabung dalam satu wadah bernama koperasi. "Karena, koperasi merupakan wujud nyata dari ekonomi rakyat sekaligus sebagai wujud pemerataan kesejahteraan dari sebuah pertumbuhan ekonomi," ujar dia.

Menurutnya, perkembangan sebuah destinasi wisata tidak akan terjadi tanpa pertumbuhan UKM. Begitu juga sebaliknya, UKM takkan bisa berkembang tanpa sektor pariwisata.

Puspayoga mengakui, tidaklah mudah dalam menjaga keraifan lokal. Hal tersulit dalam membangun sebuah destinasi wisata yakni mengubah pola pikir masyarakat sekitar atas derasnya laju pariwisata. Sementara mengubah infrastruktur jauh lebih mudah asalkan ada anggaran. "Ada uang untuk membangun jalan, bandara, dan infrastruktur lainnya. Di sisi lain, apakah masyarakat disana mau mengubah mindset terhadap perkembangan destinasi wisata," ujarnya. Masyarakat dinilai harus siap menerima kedatangan para turis dari berbagai belahan dunia yang tentunya membawa budaya dan perilaku beragam.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA