Saturday, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Saturday, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Pasar Sumbar Masih Menjanjikan untuk Pembiayaan Kredit

Selasa 17 April 2018 11:22 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Andi Nur Aminah

Suasan salah satu pasar di Kota Padang, Sumatra Barat.  (ilustrasi)

Suasan salah satu pasar di Kota Padang, Sumatra Barat. (ilustrasi)

Foto: Republika/Sapto Andika Candra
Sumbar pasar potensial bagi lembaga pembiayaan karena 'jiwa konsumtif' cukup tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Sumatra Barat semakin dilirik oleh perusahaan pembiayaan multiguna. Salah satu pemain besar pembiayaan kredit di Indonesia, Home Credit, bahkan berencana mengekspansi pasarnya ke Kota Bukittinggi setelah menggaet 16.500 pelanggan di Kota Padang dengan pembiayaan mencapai Rp 45 miliar.

Sumbar diyakini menawarkan pasar yang potensial bagi lembaga pembiayaan karena 'jiwa konsumtif' yang cukup tinggi. Catatan Home Credit, porsi pembiayaan kredit di Kota Padang hingga akhir Maret 2018 mencapai dua persen dari total pembiayaan nasional sebesar Rp 520 miliar. Padahal, rata-rata kontribusi pembiayaan setiap kota yang hanya satu persen saja, dari total pembiayaan kredit nasional.

CEO PT Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler, menyebutkan ekspansi pasar di Bukittinggi dengan investasi awal Rp 1 miliar akan dilakukan paling cepat pada Agustus 2018 mendatang. Berdasarkan survei awal yang dilakukan, setidaknya terdapat 70 hinga 80 gerai atau toko yang potensial dijadikan mitra. Jaroslav meyakini secara bertahap nasabah di Bukittinggi akan berkembang.

Home Credit sendiri sebelumnya berhasil menggandeng 240 toko mitra di Kota Padang. "Perilaku konsumen di Bukittinggi sama dengan Padang. Soalnya di sini konsumtif, sehingga potensinya besar. Pembiayaan kredit juga tak melulu ponsel, tapi juga aksesoris mobil dan furnitur rumah," kata Jaroslav, Senin (16/4).

Home Credit, lanjut Jaroslav, juga memastikan memberikan pemahaman mengenai pembiayaan yang menyeluruh bagi calon nasabah. Hal ini sejalan dengan target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan literasi keuangan di daerah. Jaroslav juga menjamin seluruh syarat dan ketentuan bagi nasabah disampaikan secara transparan.

Sementara itu, Chief External Affairs PT Home Credit Indonesia Andy Nahil Gultom menilai bahwa Kota Padang dikenal sebagai kota yang menempatkan sektor industri, perdagangan, dan jasa sebagai motor penggerak ekonominya. Ia yakin, industri pembiayaan kredit akan terus tumbuh seiring minat masyarakat dalam menjajal layanan daring atau online.

Menjawab tantangan itu, Home Credit juga menyediakan jasa pengajuan kredit secara daring dengan proses persetujuan atau penolakan aplikasi yang diajukan pelanggan sangat cepat, hanya memakan waktu sekitar 3 menit saja. "Seluruh layanan pembiayaan diberikan dengan mudah, praktis dan cepat, baik secara offline maupun online," katanya.

Hingga 31 Maret 2018, Home Credit Indonesia telah melayani lebih dari dua juta pelanggan, di lebih dari 14 ribu  titik penjualan yang tersebar di Indonesia. Home Credit juga telah menciptakan pekerjaan bagi lebih dari 12 ribu karyawan di seluruh lndonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA