Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Investasi di Gojek, Astra Dinilai Ekspansi Bisnis Start Up

Selasa 13 February 2018 23:39 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nur Aini

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kiri) bersama Presiden GO-JEK Andre Soelistyo (kanan) menyaksikan penandatanganan kerja sama Investasi antara Astra Internasional dengan GO-JEK yang dilakukan oleh Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kiri) dan CEO & CO-Founder GO-JEK Nadiem Makariem (kedua kanan) di Jakarta, Senin (12/2).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kiri) bersama Presiden GO-JEK Andre Soelistyo (kanan) menyaksikan penandatanganan kerja sama Investasi antara Astra Internasional dengan GO-JEK yang dilakukan oleh Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kiri) dan CEO & CO-Founder GO-JEK Nadiem Makariem (kedua kanan) di Jakarta, Senin (12/2).

Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Investasi Astra di Gojek bisa menguntungkan perseroan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis Binaartha Securities M Nafan Aji Gusta mengatakan langkah PT Astra Internasional Tbk melakukan investasi di Gojek merupakan ekspansi bisnis. Menurutnya, ekspansi tersebut bisa untuk mengembangkan bisnis start up.

"Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, maka perkembangan ekonomi digital ke depannya akan semakin pesat," kata Nafan kepada Republika.co.id, Selasa (13/2).

Dia menjelaskan investasi di Gojek akan berkontribusi positif bagi Astra. Hanya saja, kata dia, kondisi itu bisa terjadi jika skema kerja sama bisnis antara Astra dengan Gojek saling menguntungkan baik untuk jangka panjang maupun pendek.

Nafan menilai, upaya Astra juga bisa berpengaruh kepada harga saham Astra tetapi investasi tetap memiliki risiko. "Semakin tinggi risikonya pasti tingkat untuk mendapatkan profit semakin besar," tutur Nafan.

Untuk selanjutnya, jika kondisi investasi pada Gojek cenderung kondusif, Nafan melihat akan menguatkan posisi Astra. Hal itu terutama dalam pasar ojek daring secara nasional. Terlebih, saat ini Gojek masuk dalam empat unicorn Indonesia dan juga mendapatkan investasi dari Google. "Dengan begini, pemerintah tentunya benar-benar mengakomodasi kepentingan Gojek. Buktinya Gojek berkembang," ungkap Nafan.

Astra menginvestasikan modal kepada Gojek senilai Rp 2 triliun. Dana tersebut menjadi investasi terbesar Astra di bidang digital. Setelah mendapatkan suntikan dana tersebut, Gojek berencana melakukan inovasi yang berpihak kepada pengusaha kecil agar mudah mendapatkan pangsa pasarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pemprov DKI Jakarta akan Tambah Jalur Sepeda

Selasa , 20 February 2018, 20:09 WIB