Monday, 7 Sya'ban 1439 / 23 April 2018

Monday, 7 Sya'ban 1439 / 23 April 2018

Rusia Usir Diplomat Inggris, Ini Langkah yang Diambil London

Sabtu 17 March 2018 23:10 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Polisi Inggris berjaga di dekat rumah seorang mantan agen intelijen Rusia, Sergei Skripal yang diserang dengan zat agen saraf.

Polisi Inggris berjaga di dekat rumah seorang mantan agen intelijen Rusia, Sergei Skripal yang diserang dengan zat agen saraf.

Foto: Andrew Matthews/PA via AP
Inggris telah terlebih dahulu mengusir 23 Diplomat Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris mengatakan pada Sabtu, prioritasnya saat ini adalah menjaga stafnya di Rusia. Ini setelah Moskow mengusir 23 diplomat Inggris dalam krisis yang meningkat antara dua negara menyusul kasus peracunan mantan agen Rusia, Skripal.

Pada Kamis lalu, ISIS telah terlebih dahulumengusir 23 diplomat Rusia atas serangan racun saraf di kota Salisbury yang menyebabkan mantan mata-mata Rusia dan anak perempuannya sakit parah di rumah sakit.

Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu bahwa Dewan Keamanan Nasional negara tersebut akan bertemu lebih awal minggu depan untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya.

"Prioritas kami saat ini adalah menjaga pegawai kami di Rusia dan membantu mereka yang akan kembali ke Inggris, "kata Kementerian Luar Negeri dalam pernyataannya.

"Tanggung jawabnya tetap berada di negara Rusia untuk menjelaskan tindakan mereka dan untuk memenuhi kewajiban internasional mereka. "

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES