Minggu, 12 Ramadhan 1439 / 27 Mei 2018

Minggu, 12 Ramadhan 1439 / 27 Mei 2018

Dolar AS Melemah Setelah Naik Tajam

Jumat 20 November 2015 08:36 WIB

Red: Nidia Zuraya

Dolar AS

Dolar AS

Foto: M Syakir/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya di perdagangan New York pada Kamis (19/11) atau Jumat (20/11) pagi WIB, setelah naik ke tingkat tertinggi tujuh bulan di dua sesi sebelumnya. Mata uang greenback ini menguat didukung oleh ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) pada akhir tahun.

Pada sesi sebelumnya, risalah dari pertemuan The Fed pada Oktober menunjukkan bahwa mayoritas pejabat The Fed sepakat bahwa mungkin menjadi tepat untuk menaikkan suku bunga acuan dalam pertemuan kebijakan berikutnya pada Desember.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, tercatat 99,598 pada akhir perdagangan Rabu (18/11), tingkat tertinggi sejak April. Indeks mundur 0,68 persen menjadi 98,975 pada akhir perdagangan Kamis (19/11).

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0733 dolar AS dari 1,0647 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5291 dolar AS dari 1,5227 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia menguat menjadi 0,7193 dolar AS dari 0,7091 dolar AS.

Sementara nilai tukar dolar AS dibeli 122,83 terhadap yen Jepang, lebih rendah dari 123,55 yen dari sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0130 franc Swiss dari 1,0196 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3291 dolar Kanada dari 1,3338 dolar Kanada.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA