Saturday, 11 Ramadhan 1439 / 26 May 2018

Saturday, 11 Ramadhan 1439 / 26 May 2018

Perluas Kredit UMKM, Amar Bank Gandeng Investree

Rabu 16 May 2018 17:31 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

Amar Bank.

Amar Bank.

Foto: amarbank.co.id
Amar Bank ingin menggenjot kredit produktif pada tahun ini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amar Bank menggandeng perusahaan financial technology (fintech) peer 2 peer lending Investree untuk meningkatkan penyaluran pinjaman ke masyarakat. Kolaborasi strategis ini bertujuan mencapai target pertumbuhan kredit Amar Bank di 2018, terutama kredit produktif.

Managing Director Amar Bank Vishal Tulsian menilai, perkembangan perekonomian saat ini membutuhkan banyak inisiatif baru salah satunya sinergi perbankan dengan institusi keuangan berbasis teknologi. "Ini yang membuat Amar Bank mengajak Investree kerja sama. Investree berperan sebagai perantara antara yang membutuhkan pinjaman dan Amar Bank sebagai pemberi pinjaman," ujar Vishal melalui keterangan resmi yang diterima Republika, Rabu (16/5).

Ia menjelaskan, perusahaan selalu melakukan evaluasi terhadap institusi keuangan dalam penyaluran fasilitas kredit. Kerja sama pun hanya akan dilakukan dengan insititusi atau perusahaan yang memiliki pengalaman sekaligus reputasi baik.

Vishal meyakini, proses akuisisi nasabah UMKM lebih efisien jika bergandengan dengan fintech. Memiliki benang merah yang erat dengan Investree, Amar Bank juga memiliki produk teknologi andalan masa kini, Tunaiku.

"Tunaiku telah dikenal masyarakat sebagai salah satu produk andalan digital personal loan dengan nilai Rp 2 sampai Rp 20 juta dengan tenor pengembalian enam sampai 20 bulan," tuturnya.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi menambahkan, ke depannya perbankan dapat meraih keuntungan kerja sama, di antaranya akses luas penambahan jumlah nasabah selaku peminjam. Bekerja sama dengan perbankan sangat menguntungkan berbagai pihak, baik dari Investree, masyarakat, maupun perbankan itu sendiri.

"Ke depannya kami berharap program ini dapat berjalan dengan lancar. Akses masyarakat terhadap layanan finansial pun semakin meningkat," kata Adrian.

Dirinya menjelaskan, Investree Memiliki produk andalan Pinjaman Bisnis Berbasis Invoice. Sementara itu, portofolio peminjam terbesar Investree berasal dari kategori industri kreatif, jasa, dan makanan dan minuman yang mayoritas merupakan UMKM.

Hingga hari ini, kata dia, Investree tercatat telah memiliki total fasilitas pinjaman sebesar Rp 773 miliar. Lalu sudah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 635 miliar.

Sebagai informasi, Amar Bank juga telah berkolaborasi dengan beberapa institusi fintech untuk penyaluran fasilitas kredit, seperti Amartha, Mekar, dan kini, Investree. Kerja sama penyaluran dana diperuntukkan kepada pemberian kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di berbagai daerah di Indonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES