Friday, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Friday, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Allianz Umumkan Suntik Dana ke Gojek 35 Juta Dolar AS

Rabu 11 April 2018 19:03 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Budi Raharjo

Para pengemudi berkumpul di kantor pusat Gojek, Kemang, Jaksel.

Para pengemudi berkumpul di kantor pusat Gojek, Kemang, Jaksel.

Foto: Republika/Yasin Habibi
Gojek menjadi perusahaan pertama di Asia yang didanai oleh Allianz X

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Perusahaan asuransi jiwa asal Jerman Allianz mengumumkan telah menyuntikkan dana ke Gojek. Dana yang diberikan ke perusahaan layanan berbasis aplikasi itu sebesar 35 juta dolar AS.

Kucuran dana tersebut dilakukan oleh anak usaha Allianz yang mengelola investasi digital yakni Allianz X. Sebelumnya perusahaan hanya memberikan dana ke perusahaan-perusahaan di Eropa, maka Gojek menjadi perusahaan pertama di Asia yang didanai oleh Allianz X.

CEO Allianz X Nazim Cetin menyatakan, Gojek sudah membuktikan kesuksesannya di bidang transportasi. "Mereka sukses dan berpengalaman di transportasi, logistik, dan pembayaran. Jadi kami ingin terus mendukung mereka supaya terus tumbuh ke depannya," ujarnya seperti dikutip TechCrunch, Rabu, (11/4).

Dengan begitu, Allianz menjadi perusahaan selanjutnya yang memberikan dana ke Gojek setelah Google, Tencent, perusahaan e-commerce Cina JD.com, dan perusahaan layanan antar Cina Meituan. Pasca-dikucurkan dana dari beberapa perusahaan, nilai perusahaan Gojek naik hingga 4,5 miliar dolar AS.

Gojek dan Allianz telah menjalin kerja sama selama dua tahun terakhir. Kerja sama itu berupa dukungan Allianz Indonesia yang menawarkan asuransi kesehatan bagi pengemudi Gojek serta keluarganya.

Allianz menyatakan, berencana meningkatkan akses para mitra dan pelanggan Gojek terhadap produk dan layanan asuransi. Apalagi sebelumnya Gojek juga telah memperkenalkan alat pembayaran nontunai yakni Gopay.

Berinvestasi di Gojek dinilai menarik. Apalagi Gojek berencana berekspansi ke beberapa negara di Asia seperti Filipina, Thailand, Vietnam, serta Singapura.

Indonesia pun diharapkan bisa menjadi negara utama pemicu pertumbuhan ride hailing di Asia Tenggara. Diprediksi, revenue dari industri ride hailing di Asia Tenggara naik pada 2025, dari 5 miliar dolar AS pada 2017 menjadi lebih 20 miliar dolar AS lebih. Setidaknya, data terbaru Google serta Temasek menyebutkan demikian.

Sebagai informasi, sampai berita ini ditulis, Gojek belum memberikan pernyataannya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES