Minggu, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Minggu, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Menkominfo Panggil Facebook Soal Kebocoran Data

Kamis 05 April 2018 19:36 WIB

Red: Ratna Puspita

Menkominfo Rudiantara.

Menkominfo Rudiantara.

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Satu juta data pengguna dari Indonesia bocor dalam kasus "Cambridge Analytica".

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memanggil platform Facebook Indonesia. Pemanggilan ini terkait indikasi kebocoran satu juta data pengguna dari Indonesia dalam kasus "Cambridge Analytica".

"Hari ini muncul Indonesia satu juta, jadi saya ingin memastikan itu," ujar Rudiantara sebelum melakukan pertemuan dengan pihak Facebook di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Kamis (5/4).

Melalui pertemuan tersebut, Menkominfo akan meminta kepastian tentang jumlah data pengguna Indonesia yang bocor dalam kasus firma konsultasi politik itu. Terutama setelah Facebook menyatakan data yang disalahgunakan bertambah menjadi 87 juta dari 50 juta.

Dua pekan lalu pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Facebook untuk menanyakan ada tidaknya pengguna dari Indonesia menjadi bagian dari 50 juta penyalahgunaan data. Menurut Rudiantara, saat itu ia mendapat indikasi terdapat penyalahgunaan data pengguna Facebook dari Indonesia, tetapi besarannya belum diketahui.

"Saya mendapat indikasi ada, tetapi besarannya belum pasti saat itu, makanya saya kejar terus sampai tadi pagi," tutur dia.

Menkominfo juga akan mengecek fitur apa saja yang tidak boleh dan boleh di Indonesia untuk melindungi masyarakat yang ingin menggunakan media sosial tersebut. Selain melakukan pertemuan dengan Facebook, Kemenkominfo juga berkoordinasi dengan Polri apabila diperlukan untuk tindakan selanjutnya.

"Saya juga sudah koordinasi dengan polisi mengenai kasus ini karena penindakannya kalau di dunia maya itu Kemkominfo, kalau di dunia nyata penegak hukum atau polisi," tutur Rudiantara.

Dalam unggahan resmi di blog, petinggi teknologi Facebook Mike Schroepfer menyatakan kebanyakan dari 87 pengguna yang datanya diapakai oleh Cambridge Analityca adalah pengguna di AS.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES