Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Dalam Semenit, Alibaba Bantu Thailand Jual 800 Ribu Durian

Jumat 20 April 2018 13:56 WIB

Red: Nidia Zuraya

Pendiri perusahaan Alibaba, Jack Ma.

Pendiri perusahaan Alibaba, Jack Ma.

Foto: AP
Alibaba menandatangani kesepakatan perdagangan durian Thailand senilai Rp 5,9 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Raksasa perdagangan dalam jaringan asal Cina, Jack Ma, mengejutkan banyak kalangan di Thailand karena dalam satu menit ia berhasil menjual 80 ribu durian di laman daringnya, T-mall. Menteri Perdagangan Thailand, dalam suatu upacara penandatanganan pada Kamis (19/4), menghadiahkan pendiri perusahaan daring Alibaba itu sebuah 'bantal emas', yaitu jenis durian paling terkenal dari negara kerajaan tersebut.

Alibaba telah menandatangani kesepakatan perdagangan durian senilai 428 juta dolar AS (sekitar Rp 5,9 triliun) dengan pemerintah Thailand. Durian-durian 'bantal emas', yang merupakan jenis durian Thailand yang paling terkenal untuk diekspor, sudah dijual di pasar swalayan daring milik Alibaba pada Rabu.

Penjualan itu dimulai satu hari sebelum Ma menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah Thailand dalam bidang perdagangan, investasi, dukungan untuk perdagangan dalam jaringan serta pariwisata. Raksasa perdagangan Cina itu dilaporkan menanamkan sekitar 330 juta dolar AS di Thailand pada saat perusahaan daring itu berupaya menarik selera para konsumen Cina pada barang-barang pertanian Thailand dan pasar pariwisata negara di Asia Tenggara tersebut.

Dalam upacara penandatanganan, Alibaba dan Kementerian Perdagangan Thailand meluncurkan toko unggulan resmi pertama untuk penjualan beras Thailand di T-mall selain mendorong penjualan buah-buahan populer Thailand ke Cina. T-mall adalah laman pihak ketiga terbesar di dunia untuk merek dan para pedagang eceran.

Alibaba juga berjanji akan membantu bisnis pertanian Thailand dalam memanfaatkan kekuatan pengetahuan yang dimiliki perusahaan itu menyangkut pasar Cina. "Cina sedang bergerak menjadi konsumen terbesar dunia, yang didorong dengan peningkatan pendapatan dan pertumbuhan kelas menengah sejumlah 300 juta orang. Ini saat yang paling tepat bagi negara-negara yang memiliki orientasi perdagangan agar menangkap peluang ini untuk mengekspor ke Cina karena negara ini (Cina, red) terus membuka pintu semakin lebar bagi perdagangan global," kata Ma.

Alibaba pertama kali muncul di Thailand pada 2016, ketika perusahaan itu bermitra dengan pemerintah Thailand untuk memperkuat kemampuan perdagangan daring bagi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah di kerajaan itu, yang berpenduduk lebih dari 68 juta orang.

"Mengingat Thailand memiliki kekuatan masyarakat dan kebudayaan yang unik, kami merasa yakin akan masa depan dan potensi pertumbuhannya di bawah kebijakan pemerintah untuk memperluas perekonomian di luar industri berat dan pertanian ke teknologi dan penemuan-penemuan baru lainnya," kata Ma.

Ketika bertemu dengan Perdana Menteri Thailand Pryauth Chan-ocha sebelum upacara penandatangan, Ma juga berjanji akan menghasilkan keuntungan bersama dari investasi Alibaba di Thailand pada akhir 2019.

Sumber : Antara/Xinhua
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA